BERKAH News24 - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sekaligus mengukuhkan 99 Relawan Generasi Z Islam (GenZI) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Kamis (12/3/2026).
Pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Khofifah bersama Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Achmad Jazuli, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya H.M. Sudjak. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyematkan tanda pengenal kepada 99 relawan GenZI yang akan bertugas melayani jamaah selama Ramadan.
Pameran menampilkan kiswah makbaroh yang merupakan hadiah dari cicit ulama besar Abdul Qadir al-Jilani, yakni Al Sayyid Al Syech Afeefuddin Al Jailani, kepada Gubernur Khofifah. Kiswah tersebut kemudian dipamerkan di Masjid Al-Akbar Surabaya pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai sarana edukasi sejarah dan spiritual bagi masyarakat.
Selain itu, pameran juga menghadirkan berbagai informasi mengenai sejarah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya sejak awal pembangunan. Mulai dari kondisi awal sebelum masjid dibangun, proses peletakan batu pertama, hingga peresmian oleh Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid.
Pengunjung juga dapat melihat perkembangan terbaru Masjid Al-Akbar, termasuk renovasi kubah, pembangunan taman Asmaul Husna, greenhouse, green toilet, serta area ruang terbuka dan air mancur. Tak hanya itu, turut ditampilkan program Literasi Digital Turats hasil kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Melalui program tersebut, berbagai kitab klasik atau kitab kuning telah didigitalisasi sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, sebanyak 99 relawan Generasi Z Islami (GenZI) dibentuk untuk menyambut dan membantu pelayanan jamaah yang melaksanakan Qiyamullail pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Akbar Surabaya. Para relawan tersebut direkrut melalui proses seleksi dari lebih dari 200 pendaftar dan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Pasuruan, Lamongan, Tuban, serta beberapa daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi semangat para relawan muda yang turut berkontribusi melayani jamaah di masjid. “Saya apresiasi kepada para relawan muda atau Gen-Z yang aktif melayani jamaah di 10 hari terakhir Ramadan. Karena salah satu yang dirindukan oleh surga adalah anak muda yang hatinya berada di masjid. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang dirindukan oleh surga,” ujarnya.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengembangan literasi turats atau khazanah keilmuan Islam yang dilakukan di Jawa Timur. Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 400 turats atau kitab kuning telah selesai ditelaah, dengan 200 di antaranya telah didigitalisasi.
Selain itu, sebanyak 48 turats atau kitab kuning telah dilengkapi dengan ringkasan atau ikhtisar yang diterbitkan dalam dua kitab. Dua kitab tersebut bahkan sempat diserahkan langsung kepada Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed el-Tayeb, sebagai bentuk kontribusi Jawa Timur dalam pengembangan literasi keislaman. (pca/s)













