Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

AITF 2026 Digelar di UB Malang, Siapkan Talenta AI untuk Ekonomi Digital

BERKAH News24 - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) kembali menggelar program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) 2026. Pembukaan berlangsung di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (11/3/2026), dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka.

Program AITF merupakan inisiatif pengembangan talenta digital hasil kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi. Pada tahap awal, kegiatan menggandeng UB, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta akan diperluas ke kampus lain secara bertahap. Pembukaan digelar secara hybrid, diikuti peserta dari Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Melalui program AI Talent Factory, BPSDM Komdigi menargetkan lahirnya talenta-talenta unggul di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Talenta tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi nasional, mendukung kedaulatan teknologi, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa mendatang.

Pada tahun 2026, kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta yang berasal dari tiga perguruan tinggi mitra. Sebanyak 38 peserta berasal dari Universitas Brawijaya, 20 peserta dari Universitas Gadjah Mada, dan 40 peserta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, hadir sebagai narasumber dengan materi Use Case Pemetaan Kemiskinan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana pemanfaatan data dan teknologi digital dapat digunakan untuk memetakan kondisi kemiskinan secara lebih akurat dan terintegrasi. Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi salah satu kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat mengeksplorasi berbagai strategi penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan memperkuat basis data terpadu, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pengambilan kebijakan.

Sherlita juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah mempercayakan Jawa Timur sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan talenta AI. 

“Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah mempercayakan Jawa Timur sebagai tuan rumah kegiatan ini serta melibatkan dua universitas terkemuka di daerah kami. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem digital di Jawa Timur sudah sangat familiar dan terus berkembang secara masif, khususnya di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi RI, Said Mirza Pahlevi, menjelaskan bahwa AITF dirancang sebagai program kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri hingga komunitas teknologi.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penguatan teori, tetapi juga pada pemecahan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan teknologi kecerdasan buatan. 

“AITF dirancang sebagai program kolaboratif yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas teknologi dengan fokus pada pemecahan masalah nyata. Program AITF 2026 ditujukan bagi perguruan tinggi, khususnya fakultas atau program studi yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan pembelajaran kecerdasan buatan (AI),” jelasnya.

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi dan wirausaha baru di bidang teknologi digital. Melalui penguatan inovasi dan penguasaan teknologi, ia berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menciptakan solusi berbasis teknologi serta membuka peluang usaha baru.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan wirausaha baru di bidang digital. Melalui penguatan inovasi dan penguasaan teknologi, kami berharap semakin banyak entrepreneur muda yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang usaha, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Sekretaris BPSDM Komdigi, I Nyoman Adhiarna, menegaskan bahwa kecerdasan buatan akan menjadi salah satu teknologi kunci yang mendorong transformasi ekonomi global di masa depan. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. 

“Ke depan, kecerdasan buatan atau AI akan menjadi salah satu penggerak utama dalam perekonomian global. Karena itu, kita perlu menyiapkan talenta-talenta yang mampu memanfaatkan teknologi ini untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Melalui program Artificial Intelligence Talent Factory ini, pemerintah berharap lahir generasi talenta digital yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang AI, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif untuk berbagai sektor pembangunan nasional. (jal/s)

close
Pasang Iklan Disini