BERKAH News24 - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tuban dalam rangka pembahasan akselerasi pembangunan infrastruktur digital yang aman dan produktif melalui Studi Integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Tuban di Ruang Argopuro, Lantai 2, Kamis (19/2/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam integrasi SPBE guna menciptakan sistem pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, mewakili Kadis Kominfo Jatim menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap pertemuan ini memberikan manfaat dan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan SPBE yang lebih terintegrasi dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Turut didampingi Kabid Aptika, Gugi Alifrianto Wicaksono, Kabid Dastik, Imam Fahamsyah serta Kabid Persandian dan Keamanan Informasi, Achmad Fadlil Chusni.
Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan berbagai program unggulan yang mendukung prioritas pembangunan daerah. Melalui program Jatim Infinity, Pemprov Jatim memfasilitasi penyediaan jaringan internet di wilayah blank spot guna memperluas akses konektivitas. “Kami memiliki program Jatim Infinity untuk memperluas akses dan konektivitas internet, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan,” ujar Suharlina.
Di bidang peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, Diskominfo Jatim menjalankan program CERDIG (Cerdas Digital) melalui berbagai pelatihan terkait digital skill dan keamanan siber. Program ini juga mencakup pengembangan Jatim AI Agent yang berkolaborasi dengan BPSDM, AI Center Universitas Brawijaya, serta mitra teknologi seperti Binar, Microsoft, Google, dan AGS.
Dalam penguatan tata kelola digital, Pemprov Jatim menghadirkan MAJADIGI (Majapahit Digital) sebagai portal layanan terintegrasi yang telah menggabungkan 199 layanan publik dan digunakan oleh ribuan pengguna.
Untuk aspek keamanan, Jaga Ruang Siber (JAGUAR) berperan memantau domain jatimprov.go.id serta menindak konten yang tidak sesuai, didukung sistem pencadangan data berlapis. Selain itu, seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai bentuk penguatan keamanan siber di daerah.
Dalam aspek akuntabilitas informasi publik, Klinik Hoaks Jawa Timur hadir membantu masyarakat melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar. Diskominfo Jatim juga aktif berkolaborasi dengan akademisi, pemerintah pusat seperti Kemendagri, BPS, dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan penguatan tata kelola data dan digitalisasi layanan.
Sementara, Ketua Komisi II Fahmi Fikroni menyampaikan terima kasih atas sambutan pada silaturahmi Komisi II DPRD Tuban ini ada banyak hal yang ingin disampaikan yang perlu di sikapi. Dari pertemuan ini diharapkan ada hal baik yang bisa diimplementasikan untuk masyarakat Tuban serta sinergi antara Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tuban dapat semakin kuat dalam mewujudkan pemerintahan digital yang terintegrasi dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan masyarakat. (kin/syf/yan/hjr)












