BERKAH News24 - Guna memberikan jaminan keamanan dan menjaga kondusifitas wilayah selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menggelar Apel Patroli Cipta Kondisi, Jum'at (13/2/2026).
Mengambil star dari halaman Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, giat Patroli Cipta Kondisi ini dibagi menjadi dua kelompok.
"Pelaksanaannya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Utara dan kelompok Selatan. Kegiatan ini kita melibatkan unsur TNI-Polri, Pemkab. Ini merupakan standar bagi kami karena di dalamnya ada sinergitas antara unsur-unsur Pemkab, TNI, dan Polri. Keseluruhannya ada 150 personel," Ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Imam Nurwedi.
Dijelaskan, kelompok Utara dengan rute dari Pendopo Muda Graha ke Balerejo, Alun-alun Caruban, Pilangkenceng, perempatan Muneng, pertigaan Balerejo, Polsek Balerejo, kemudian di Dumpil, ke barat Desa Pule, ke selatan kemudian Desa Bakur, Kecamatan Sawahan. Kemudian ke barat masuk ke Kecamatan Jiwan di Desa Bibrik, kemudian sampai ke Pasar Sukolilo masih di Jiwan, kemudian di lapangan Jiwan, kemudian Metesih, Sambirejo, kemudian balik ke Pendopo Muda Graha.
Sedangkan kelompok selatan, mulai dari Pendopo Muda Graha, Kaibon, kemudian Bacem, Ponosari, kemudian lapangan Balerejo depan depan kecamatan Ponosari itu ke timur, ke timur kemudian belok ke selatan masuk Desa Singgahan sampai jalan Pasar Ndropo, ya. Ke Pasar Ndropo, kemudian ke utara Pasar Pagotan, kemudian Dagangan, perempatan Pintu, kemudian pasar Dungus, pasar lama, halaman Dungus, kemudian balik ke Pendopo Muda Graha.
"Kita menitikberatkan pada kantong-kantong keramaian, baik itu pasar, alun-alun, kemudian juga pusat-pusat kaki lima. Disana melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tempat hiburan juga ada yang kita patroli, sesuai dengan kondisi di lapangan pada saat patroli," lanjutnya.
Terkait tempat hiburan malam, dikatakan saat ini masih menunggu edaran dari provinsi Jawa Timur.
"Kalau bulan Ramadan tentunya seperti biasa tahun-tahun yang lalu, tapi juga kita masih menunggu edaran dari provinsi," katanya.
Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap, dengan adanya patroli cipta kondisi ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beribadah di bulan Ramadan.
"Ya, seperti yang kami sampaikan tadi bahwa kita pengen bagaimana kondisi Kabupaten Madiun kondusif, aman, tentram. Masyarakat yang menunaikan ibadah puasa merasa aman, merasa terlindungi, dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Itu harapan kita bersama,"kata Bupati.
Kata Bupati, pentingnya toleransi dan saling menghomati serta menjaga kerukunan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
"Kita harus tetap menghormati supaya masyarakat bisa menjalankan puasa itu dengan tenang, tertib ya, tanpa ada gangguan. Itu harapan kita bersama. Tinggal beberapa hari kita menghadapi bulan Ramadan dan kita sambut dengan suka cita bulan Ramadan itu. Dengan melaksanakan kewajiban dengan baik dan ya tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.
Selain itu, Pemkab Madiun bersama dengan jajaran terkait akan terus mengintensifkan pengamanan guna mengantisipasi hal hal yang justru meresahkan warga.
"Insyaallah kami bersama Polres juga dengan TNI, nanti di waktu sahur kita juga akan patroli bersama-sama. Karena kita tahu anak-anak kadang-kadang ya karena keinginannya untuk bersukaria tapi dia salah. Salah menggunakan, kadang-kadang perang sarung, kayak gitu kan itu yang perlu kita antisipasi. Jangan sampai terjadi anak-anak. maunya main-main tapi itu membahayakan. Ya kita tidak ingin itu. Kita akan berikan masukan saran supaya nanti tidak melakukan hal hal itu. Kalau nanti ada patroli insyaallah itu akan bisa diantisipasi," lanjut Bupati.
Bupati berharap, seluruh warga untuk mentaati aturan yang ada demi menjaga ketertiban di masyarakat.
"Taati peraturan, sesuaikan dengan kondisi yang ada. Jangan sampai melanggar aturan yang sudah ditetapkan baik dari pemerintah daerah, kepolisian maupun negara," pungkasnya.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)









