BERKAH News24 - Bupati Madiun Hari Wuryanto, mengajak seluruh insan pers yang bertugas di Kabupaten Madiun, bersama sama memerangi berita bohong atau hoax.
Sebab dengan adanya berita bohong atau hoax membuat disinformasi, sehingga justru akan membingungkan masyarakat serta membuat suasana tidak kondusif.
Hal ini disampaikan Bupati Madiun, dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang digelar di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Senin malam (9/2/2026).
"Tantangan pers saat ini diantaranya munculnya teknologi AI, dan kecepatan informasi media sosial. Serta adanya berita hoax. Kami berharap pers dapat memberikan informasi dengan benar, untuk melawan berita berita hoax yang bermunculan," kata Bupati.
Selain itu, pers diharapkan dapat menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Informasi dari masyarakat kami butuhkan, berikut informasi dari pemerintah untuk masyarakat. Pers kami harapkan bisa menjadi jembatan informasi ini," lanjutnya.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Suntoko menyampaikan, kegiatan peringatan HPN 2026 di Kabupaten Madiun ini diikuti 80 wartawan dari berbagai media, yang ada di Kabupaten Madiun.
"Tujuan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menjalin komunikasi dan sebagai bentuk sinergi antara pers dengan Pemkab Madiun," katanya.
Dalam peringatan HPN 2026 ini mengambil tema, "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat".
"Bersama pers mari bersama mewujudkan Kabupaten Madiun yang maju dan sejahtera," pungkasnya.
Menandai peringatan HPN 2026, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi berkenan memotong tumpeng, selanjutnya diserahkan ke Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun,Jumali serta Ika salah satu perwakilan wartawan perempuan di Kabupaten Madiun.(as/BN24)











