Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Kongres Nasional PEKHI 2025 Tegaskan Peran Strategis Terapi Hiperbarik bagi Kesehatan Masyarakat

BERKAH News24 - Kongres Nasional Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PEKHI) 2025 digelar di Surabaya, Senin (15/12/2025), sebagai momentum strategis memperkuat peran terapi oksigen hiperbarik (TOHB) dalam pelayanan kesehatan nasional. Kegiatan ini dipimpin Kepala Pusat Kesehatan TNI AL (Kapuslesal) Laksma TNI dr. Sujoko Purnomo selaku Ketua Kongres Nasional PEKHI.

Dalam sambutannya, dr. Sujoko menegaskan bahwa perawat, teknisi, penyelam, dan akademisi memiliki peran yang tidak terpisahkan dalam menjamin pelayanan terapi oksigen hiperbarik yang aman, bermutu, dan berbasis standar keselamatan.

“Perlu ditekankan bahwa terapi oksigen hiperbarik tidak hanya digunakan untuk kasus penyelaman. Dalam perkembangan ilmu kesehatan, TOHB telah menjadi terapi penunjang berbagai kasus klinis seperti luka sulit sembuh, penyakit degeneratif, penyakit autoimun, hingga peningkatan kebugaran,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat TOHB kini dirasakan lebih luas oleh masyarakat, tidak terbatas pada komunitas penyelam. Hal tersebut menjadikan peran PEKHI semakin strategis dan relevan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kongres Nasional PEKHI 2025 juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah PEKHI. Pelantikan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu hiperbarik di tingkat nasional maupun internasional. “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama untuk memastikan keberlanjutan organisasi serta memperkuat peran PEKHI di seluruh Indonesia,” tegas dr. Sujoko.

Melalui kongres ini, PEKHI berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kompetensi seluruh profesi yang tergabung, memperkuat standar keselamatan penyelaman dan kesehatan hiperbarik, memperluas riset, pelatihan, serta inovasi, dan membangun kolaborasi dengan komunitas penyelaman, institusi maritim, pendidikan, serta organisasi profesi.

Kongres Nasional PEKHI 2025 juga menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi. Layanan kesehatan hiperbarik di Indonesia telah berkembang sejak 1981 dengan melibatkan berbagai profesi dalam mendukung keselamatan penyelaman dan penanganan kondisi medis akibat tekanan tinggi. Tonggak penting terjadi pada 19 Maret 2006 dengan berdirinya Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PKHI).

Seiring perkembangan kebutuhan dunia kesehatan, pada Desember 2025 PKHI resmi bertransformasi menjadi Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PEKHI) dengan cakupan keanggotaan yang lebih luas. Transformasi ini diprakarsai Pusat Kesehatan Kelautan TNI AL sebagai pembina kesehatan kelautan dan hiperbarik di lingkungan TNI AL.

Perubahan nama tersebut mencerminkan identitas baru PEKHI sebagai organisasi lintas profesi yang menaungi tenaga medis, tenaga kesehatan, teknisi, penyelam, akademisi, serta berbagai pihak yang peduli terhadap perkembangan ilmu hiperbarik di Indonesia.

Kepala Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL, Kolonel Laut (K/W) Dr. dr. Titut Harnanik, M.Kes., Sp.KI., Subsp. PH (K), menambahkan bahwa keterlibatan para penyelam dalam kongres ini menjadi bukti bahwa kesehatan hiperbarik tidak dapat dipisahkan dari dunia penyelaman. “Penyelam merupakan mitra strategis dalam menjaga keselamatan di kedalaman dan memastikan praktik penyelaman di Indonesia sesuai standar terbaik,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas profesi, PEKHI menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang inklusif, profesional, dan berdaya saing internasional, sekaligus berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan hiperbarik di Indonesia. (hjr)

close
Pasang Iklan Disini