BERKAH News24 - Di tengah riuh modernisasi kota besar, sebuah kawasan di pusat Kota Surabaya justru menampilkan wajah baru kampung urban. Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Kecamatan Bubutan Kota Surabaya kini bukan sekadar pemukiman warga, melainkan laboratorium hidup yang memadukan budaya Majapahit dengan inovasi teknologi dan pemberdayaan ekonomi warga.
Transformasi ini merupakan hasil kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya yang berupaya mendorong Pengembangan Produk Kuliner bernuansa Majapahit Pintar Berdaya hingga saat ini sukses menjadi Kampung Wisata di Kampoeng Pintar Oase, Jalan Tembok Gede III Surabaya.
Program Pengmas dengan skema 'Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat' ini, mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga tahun 2025 dengan SK: 721/UN3/2025 bertanggal 28 Mei 2025.
Judul Pengmas ini dikemas dengan 'Penerapan Wisata Kuliner Tradisi Kuno Era Majapahit Berbasis Teknologi Kewirausahaan di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya'. Tujuannya adalah untuk membuka ruang pasar bagi UMKM lokal sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya peninggalan Majapahit melalui pendekatan upgrading kapasitas warga dan penyediaan pasar produk.
Pendampingan Tim FISIP UNAIR
Dalam kegiatan ini, tim FISIP UNAIR memberikan pendampingan intensif kepada pelaku UMKM Kampoeng Pintar, baik dalam hal memperluas jaringan pemasaran maupun meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha melalui pelatihan dan pendampingan.
Salah satu langkah nyata adalah memberikan kesempatan bagi produk UMKM Kampoeng Pintar untuk dipasarkan melalui koperasi kampus FISIP Unair, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain itu, pendampingan juga menyentuh aspek digitalisasi UMKM, di mana masyarakat dibekali keterampilan dalam pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi dan branding. Dengan cara ini, produk khas Kampoeng Pintar diharapkan mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya.
Produk-produk
UMKM yang dikembangkan mengedepankan keunikan budaya Majapahit, baik dari sisi
kuliner tradisional maupun identitas merek. Harapannya, setiap hasil produksi
Kampoeng Pintar tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga mencerminkan marwah
budaya Jawa, khususnya Jawa Timur yang luhur.
Branding UMKM Mojopahit Pintar
Dalam keterangannya kepada Jatim Newsroom Senin (29/9/2025, Ketua Tim Pengmas FISIP UNAIR, Fahrul Muzaqqi menjaskan program ini bukan sekadar mendorong UMKM naik kelas, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebudayaan Majapahit dengan branding UMKM Mojopahit Pintar.
“Kami ingin UMKM Kampoeng Pintar menjadi contoh bagaimana kearifan lokal bisa dikemas modern, tetap relevan, dan membawa kebanggaan di era digital,” ujar Fahrul, pada Sabtu (27/9/2025).
Tak hanya dosen, dalam pendampingan ini mahasiswa pun terlibat aktif. Seperti Uzza Naila Qolbi dan Yudha Dwi Ariyadi, mahasiswa Sosiologi yang ikut turun ke lapangan mendampingi warga. Dari kemasan produk hingga strategi pemasaran, semua disentuh dengan pendekatan kolaboratif.
Dosen Pendamping Tim Pengmas Novri Susan menerangkan, inpirasi pendampingan ini diambil dari pengalaman di sejumlah negara. Pihaknya mengungkap, inspirasi diambil dari keinginan mereplikasi sejumlah praktik di Jepang, China, dan negara lain yang berhasil mengembangkan kampung wisata berbasis perpaduan budaya tradisi dengan era modern yang bernilai ekonomis.
"Kami ingin
mereplikasi sejumlah pengalaman di Jepang, China, dan negara-negara lain yang
berhasil mengembangkan kampung wisata bebasis perpaduan budaya tradisi dengan
era modern yang bernilai ekonomis yang tinggi, " kata Novri.
Sambutan Hangat Warga Kampung
Inspirasi tersebut, mendapat sambutan hangat oleh warga Oase Kampoeng Pintar Surabaya. Seperti Ketua Kampoeng Pintar Aseyan, berharap pendampingan dari FISIP Unair dapat terus berlanjut.
"Harapannya tentu UMKM Mojopahit Pintar benar-benar mampu membawa manfaat nyata bagi warga kami, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun pelestarian budaya. Sehingga keberadaan UMKM Mojopahit Pintar benar-benar mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun pelestarian budaya," harap Aseyan.
Dia mengaku, semoga program ini manfaatnya bisa terus-menerus terasa nyata di masyarakat sscara langsung “Yang kami inginkan adalah manfaat nyata: ekonomi warga meningkat, budaya tetap hidup,” kata Aseyan.
Keberadaan Oase
Kampoeng Pintar menjadi inovasi berbasis warga urban yang patut diharapkan di
tengah kota besar seperti Surabaya. Perpaduan budaya, edukasi, bisnis, dan
sensitivitas lingkungan menjadi daya tarik yang prospektif di tengah semakin
cepatnya perkembangan kampung urban wisata. Dan Oase Kampoeng Pintar Surabaya
menjadi ikon yang patut diapresiasi.
Barang Bekas hingga Kuliner Majapahit
Tembok Gede sebenarnya sudah dikenal dengan inovasi warga mulai dari robot berbahan barang bekas hingga urban farming. Kini, lewat program ini, potensi tersebut dirangkai bersama kuliner bernuansa Majapahit yang diberi nama unik, agar bukan hanya bernilai jual, tetapi juga menyimpan kisah sejarah.
Pembina Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede, Adi Candra menyebut strategi branding modern menjadi kunci untuk pembangunan wisata kampung semakin terinovasi dan terus berkembang. Dirinya mendukung program ini sehingga mengembangkan potensi kampung semakin baik.
“Produk yang ada diarahkan naik kelas. Menu kuliner pun dikemas dengan nama khas Majapahit untuk menunjukkan bahwa sejarah bisa relevan dengan zaman,” kata Adi.
Diketahui, seluruh keguatan ini merupakan hasil kolaborasi yang mendapat dukungan dari Kampoeng Oase Suroboyo Group, DPP Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur.
Seluruh upaya
dari berbagai pihak ini membuktikan bahwa upaya pengembangan suatu kampung
dapat berhasil menempatkan Oase Kampoeng Pintar bukan hanya sebagai sentra
UMKM, melainkan ikon baru Surabaya, yakni kampung wisata urban yang merajut
sejarah, ekonomi, teknologi, dan ekologi dalam satu napas. (tim)












