Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Kasus DBD di Kota Madiun Melandai pada 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada Kenaikan Tren IVD

BERKAH News24 — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun mencatat penurunan signifikan pada jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2026 dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kendati demikian, tren Infeksi Virus Dengue (IVD) yang mulai merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir membuat warga diimbau untuk tidak lengah.

Berdasarkan data Dinkes PPKB Kota Madiun hingga pertengahan Oktober 2026, total kasus DBD di Kota Madiun berhasil ditekan hingga tersisa 35 kasus. Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 586 kasus dan tahun 2025 sebanyak 160 kasus.

Subkoordinator Pengelolaan Pelayanan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes PPKB Kota Madiun, Tri Wahyuning Novitasari (Vita), membenarkan penurunan kasus tahunan tersebut. Namun, ia memberi catatan agar masyarakat tetap waspada menghadapi dinamika di lapangan.

"Untuk tahun ini sebenarnya kita sudah turun, hanya ada di 35 kasus untuk DBD-nya. Cuman memang di akhir-akhir ini, di minggu akhir ini terjadi peningkatan dan kasus kembali," ujar Vita.

Dari total 35 kasus DBD yang ditemukan tahun ini, sebaran kasus tertinggi berada di Kecamatan Taman 15 kasus, Kecamatan Manguharjo 13 kasus, Kecamatan Kartoharjo 7 kasus.

Di sisi lain, temuan kasus Infeksi Virus Dengue (IVD)—yang mencakup demam dengue maupun DBD—menunjukkan grafik yang berangsur naik. Dinkes PPKB mencatat akumulasi 126 temuan IVD, dengan sebaran 50 kasus di Kecamatan Taman, 50 kasus di Kecamatan Manguharjo, serta 26 kasus di Kecamatan Kartoharjo.

Secara mingguan, kenaikan terdeteksi secara berjenjang. Dari hanya satu kasus pada pekan epidemiologi ke-33, angka tersebut naik menjadi dua hingga tiga kasus pada minggu-minggu berikutnya, sempat melonjak hingga lima kasus pada minggu ke-38, dan mencapai tujuh kasus pada pekan lalu.

Vita menjelaskan bahwa kondisi suhu udara yang cenderung lebih hangat dapat mempercepat siklus perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang paling ampuh adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri dan berkala di lingkungan rumah, sekolah, maupun perkantoran.

Ia menekankan bahwa tindakan fogging (pengasapan) bukanlah solusi utama untuk memutus mata rantai penularan.

"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan jentik nyamuk itu matinya karena PSN," tegas Vita.

Dinkes PPKB Kota Madiun mengajak masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M Plus setiap pekan tanpa harus menunggu adanya lonjakan kasus. Upaya ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama kader kesehatan, PKK, hingga unsur Tiga Pilar.

Sebagai pendukung, masyarakat juga dianjurkan menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras. Bubuk larvasida ini bisa diperoleh masyarakat secara gratis melalui kader kesehatan di wilayah masing-masing.(as/BN24)


close
Pasang Iklan Disini