Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Unjuk Potensi Alam, Budaya, dan Olahraga: Kabupaten Madiun Memikat Pengunjung dan Investor di AOE 2026

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun tampil totalitas dalam mengenalkan berbagai potensi unggulan daerah pada gelaran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Melalui Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora), Kabupaten Madiun tidak hanya menawarkan keindahan pesona wisata alam dan seni budaya, tetapi juga menonjolkan potensi olahraga rekreasi serta produk unggulan kuliner dan olahan pangan bernilai investasi tinggi.

Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menyampaikan bahwa Kabupaten Madiun memiliki daya tarik komprehensif yang siap memikat wisatawan maupun calon investor.

Di bidang olahraga, selain memperkuat identitas utama sebagai "Kampung Pesilat", Kabupaten Madiun kini tengah menggalakkan olahraga paralayang yang dipusatkan di Desa Klangon, Kecamatan Saradan.

"Kalau untuk bidang olahraga, karena ikon kita adalah Kampung Pesilat, tentu pencak silat menjadi salah satu unggulan. Namun cabang olahraga lain seperti voli, bulu tangkis, dan sepak bola tetap mendapatkan perhatian yang sama. Nah, yang sedang ngetren saat ini adalah paralayang. Tidak semua daerah punya tempat untuk take-off, dan alhamdulillah kita punya di Desa Klangon, Saradan, yang baru saja sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Paralayang Bupati Cup se-Jawa Timur Liga 2," ujar Puji Rahmawati di Stan Kabupaten Madiun, Kamis (27/8/2026).

Di sektor pariwisata, Kabupaten Madiun mengedepankan destinasi berbasis alam (ecotourism). Kawasan seperti Kecamatan Kare disuguhkan bagi pencinta wisata pegunungan yang asri.

Sementara itu, untuk wisatawan yang berada di dekat pusat perkotaan, Kabupaten Madiun menyuguhkan destinasi bernuansa budaya tradisional yang unik, yakni Pasar Pundensari di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun.

Pasar Pundensari menghadirkan sensasi nostalgia bagi para pengunjung yang merindukan suasana pedesaan zaman dulu. Seluruh transaksi jual-beli kuliner dan kerajinan di pasar tradisional ini tidak menggunakan uang biasa, melainkan menggunakan koin dari bambu.

Selama pameran berlangsung, Stan Kabupaten Madiun menarik perhatian pengunjung Jabodetabek dan calon investor dengan memamerkan produk-produk unggulan daerah.

Beras Porang yang menjadi komoditas pangan unggulan yang tumbuh subur di Kabupaten Madiun dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kuliner Khas Nasi Pecel Madiun dengan cita rasa otentik dan Brem khas Madiun. Batik Kampung Pesilat yang digunakan oleh jajaran delegasi pameran sebagai wujud kebanggaan budaya daerah.

Keindahan Batik Kampung Pesilat ini juga dijadwalkan tampil secara khusus dalam panggung peragaan busana (fashion show) ajang Apkasi Expo pada tanggal 28 Agustus pukul 15.00 WIB, yang diperagakan langsung oleh Duta Wisata (Kangmas Nimas) Kabupaten Madiun.

Melalui keikutsertaan dalam pameran ini, Pemkab Madiun berharap dapat memperluas jaringan promosi pariwisata, meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, serta menjaring investasi di berbagai sektor potensial.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini