BERKAH News24 — Sebanyak 461 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun mulai menjalani tahapan pemberkasan sebagai langkah awal persiapan menuju musim haji tahun 2027.
Selain melengkapi berbagai dokumen administrasi, para jemaah juga mengikuti verifikasi data hingga proses pasporisasi.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, menyampaikan bahwa angka 461 tersebut merupakan alokasi kuota sementara berdasarkan data yang tercatat hingga 10 Juli 2026.
Jumlah kuota sementara ini tercatat masih sama dengan alokasi yang diterima Kabupaten Madiun pada musim haji sebelumnya.
Tahapan pemberkasan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 23 hingga 30 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, verifikasi dokumen, pembuatan dan perpanjangan paspor, hingga pengecekan kesiapan administrasi guna memastikan seluruh persyaratan keberangkatan terpenuhi tanpa kendala.
“Dalam proses pemberkasan ini kami memastikan seluruh calon jemaah yang masuk estimasi keberangkatan telah memenuhi persyaratan administrasi. Verifikasi juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada jemaah yang menunda keberangkatan atau sudah meninggal dunia sehingga kuota dapat disesuaikan,” terang Bisri Mustafa.
Dari total alokasi kuota sementara tersebut, sebanyak 26 calon jemaah masuk dalam kategori prioritas lanjut usia (lansia) dengan rentang usia antara 84 hingga 85 tahun ke atas.
Seluruh calon jemaah yang dipanggil merupakan pemilik nomor porsi sesuai urutan keberangkatan, termasuk jemaah cadangan dengan batas pendaftaran hingga Januari 2013.
Menariknya, jika tidak ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat, pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Madiun untuk tahun 2027 direncanakan bakal beralih melalui Embarkasi Kediri.
“Apabila tidak ada perubahan kebijakan, calon jemaah haji Kabupaten Madiun akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kediri. Kesiapan embarkasi saat ini telah mencapai sekitar 89 persen dan nantinya akan melayani jemaah dari Madiun Raya serta sejumlah kabupaten dan kota di wilayah barat Jawa Timur,” pungkas Bisri.
Penggunaan Embarkasi Kediri dinilai bakal membawa dampak
positif bagi efisiensi operasional. Selain jumlah kelompok terbang (kloter)
yang dilayani lebih sedikit jika dibandingkan dengan Embarkasi Surabaya,
keberadaan fasilitas baru ini diproyeksikan dapat mempersingkat waktu
perjalanan darat calon jemaah menuju lokasi titik keberangkatan.(as/BN24)






