BERKAH News24 - Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Banyuwangi terus diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersama Pemkab Banyuwangi melibatkan 54 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Puluhan fasilitator tersebut disiapkan menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan program P4GN di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu memperluas edukasi, pencegahan, hingga akses layanan terkait narkotika di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Fasilitator ini sebagai ujung tombak di masyarakat. Mereka akan menjadi tentakel-tentakel kami di seluruh Banyuwangi. Sehingga gerak langkah P4GN bisa merata di seluruh wilayah, termasuk di desa-desa,” kata Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol Rachmat Kurniawan, saat penutupan Bimtek Fasilitator P4GN di Aula MAN 1 Banyuwangi, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 54 fasilitator tersebut berasal dari berbagai unsur, yakni pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, BNNK Banyuwangi, serta penggiat antinarkoba.
Mereka akan berperan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mendukung upaya rehabilitasi, hingga melakukan intervensi awal ketika menemukan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
“Mereka akan bertugas memberikan sosialisasi, edukasi, rehabilitasi, serta intervensi langsung kepada masyarakat,” ujar Rachmat.
Sebelum menjalankan tugas, para fasilitator mendapatkan pembekalan selama tiga hari. Pelatihan digelar secara daring pada 26-27 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan luring pada Senin (31/8/2026).
Penutupan bimtek tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama jajaran Pemkab Banyuwangi.
Rachmat berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para fasilitator dalam menjalankan perannya, termasuk membangun jejaring serta menyampaikan layanan P4GN secara optimal kepada masyarakat.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi langkah BNNK Banyuwangi yang terus memperkuat pencegahan narkoba dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak karena pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, namun juga harus diperkuat dengan edukasi dan pendampingan sejak dini.
“Kami berharap kehadiran fasilitator dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya narkoba, serta mempercepat terwujudnya Banyuwangi yang bebas dari narkoba,” kata Mujiono.
Mujiono juga berpesan kepada para fasilitator agar menjalankan tugas dengan amanah dan peka terhadap kondisi di lingkungan masing-masing.
“Identifikasi kelompok-kelompok apa saja yang rawan dan lakukan pendekatan,” ujarnya. (*)






