BERKAH News24 - Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pengembangan kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Abdul Wasid saat ditemui pada kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jumat (7/8/2026).
Menurut Abdul Wasid, sinergi antara Kemenag dan BI Jatim menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pesantren.
Dukungan BI tidak hanya berupa penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pendampingan tata kelola usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
"Program yang dijalankan Bank Indonesia memberikan manfaat nyata bagi pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan unit usaha berbasis syariah," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi tersebut, pesantren diharapkan mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan, melahirkan wirausaha santri, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan ekonomi syariah. (jal/hjr)






