BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, di Ruang IT Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan ini berfokus pada pendalaman efisiensi penerapan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan Alat Penerangan Jalan (APJ).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa evaluasi pelaksanaan KPBU di Kabupaten Madiun berjalan sangat baik dan memberikan dampak konkret bagi masyarakat.
"Alhamdulillah evaluasi baik, karena selama ini semuanya dijalankan sesuai komitmen, termasuk perbaikan. Manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Banyak daerah yang ingin belajar tentang KPBU, termasuk hari ini Kabupaten Kuningan," ujar Hari Wuryanto.
Bupati Madiun menambahkan, skema penerangan jalan ini dikelola dengan pemanfaatan anggaran daerah yang tepat sasaran dan berkesinambungan.
"Dari hasil lampu untuk lampu. Pajak dari pembayaran masyarakat kita gunakan kembali untuk kemanfaatan mereka, jadi sudah ada anggarannya sendiri," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengungkapkan alasannya memilih Kabupaten Madiun sebagai lokasi studi tiru.
Menurutnya, Madiun berhasil mengelola APBD secara efisien melalui proyek skema KPBU APJ, bahkan mampu memangkas beban efisiensi anggaran secara signifikan.
"Kami hadir untuk silaturahmi sekaligus studi tiru pelaksanaan KPBU APJ. APBD Kabupaten Madiun ini mirip dengan Kuningan, tetapi melalui skema KPBU justru lebih menghasilkan dan bisa memangkas keterbatasan biaya hingga hampir 52 persen," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Madiun yang diakuinya sebagai percontohan tingkat nasional.
"Madiun luar biasa sebagai pilot project KPBU skala nasional. Target kami tahun depan sudah mulai pelaksanaan teknis di Kuningan. Saat ini kami mematangkan persiapan nonteknis dan administratif terlebih dahulu," pungkas Uu Kusmana.(as/BN24)






