Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Bersama RSUD Dr. Saiful Anwar, Kominfo Jatim Perkuat Keamanan Data Digital

BERKAH News24 - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur bersama RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang terus berupaya memperkuat keamanan data digital. Salah satunya melalui pembahasan implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE), pengelolaan data, hingga penyediaan sistem backup dan disaster recovery untuk mendukung layanan rumah sakit yang lebih aman dan andal.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa keamanan data merupakan aspek utama dalam transformasi digital. Menurutnya, seluruh data yang dikelola rumah sakit tetap menjadi tanggung jawab rumah sakit sebagai pengendali data, meskipun dalam pengelolaannya melibatkan pihak ketiga.

"Semua data dan informasi yang diambil oleh Rumah Sakit Saiful Anwar menjadi tanggung jawab rumah sakit sebagai pengendali data. Karena itu, dalam kerja sama dengan pihak ketiga harus ada Non-Disclosure Agreement (NDA) yang mengatur pengembalian maupun pemusnahan data setelah kontrak berakhir," ujar Sherlita, dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kahuripan, RSSA.

Ia mengatakan Kominfo Jatim siap memberikan pendampingan agar pengelolaan data berjalan sesuai prinsip keamanan informasi.

Selain itu, Kominfo Jatim juga membuka akses pemanfaatan pusat data cadangan (backup server) di Batam maupun layanan cloud yang telah disiapkan untuk mendukung keberlangsungan layanan digital perangkat daerah.

"Kami siap membantu. Rumah sakit dapat memanfaatkan fasilitas backup yang sudah kami siapkan. Yang terpenting adalah memastikan data tetap aman dan layanan tetap berjalan apabila terjadi gangguan maupun serangan siber," katanya.

Sherlita menambahkan, pentingnya sistem pencadangan data tidak bisa diabaikan.

Ia mencontohkan pengalaman salah satu perangkat daerah di Jawa Timur yang seluruh servernya pernah terdampak serangan siber sehingga menjadi pelajaran penting bagi setiap instansi untuk memiliki sistem pemulihan bencana (disaster recovery) yang andal.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr. Saiful Anwar, Dr Kurniawan Hary Putranto, mengatakan penerapan TTE diharapkan mampu mempercepat proses pengadaan barang dan jasa yang selama ini kerap terkendala proses penandatanganan dokumen.

"Yang ingin kami percepat adalah proses pengadaan barang dan jasa. Titik krusialnya sering kali berada pada proses tanda tangan. Ada kalanya pejabat yang harus menandatangani sedang berada di luar daerah bahkan di luar negeri sehingga proses administrasi menjadi tertunda," ujarnya.

Menurut Kurniawan, selain mempercepat layanan administrasi, rumah sakit juga ingin memastikan keamanan data tetap terjaga selama proses kerja sama dengan pihak ketiga maupun setelah kontrak berakhir. Karena itu, RSSA menyambut baik dukungan Kominfo Jatim dalam penyediaan fasilitas backup data dan penguatan infrastruktur digital.

Ia mengungkapkan, saat ini sebagian data Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah memanfaatkan fasilitas cloud yang difasilitasi Kominfo Jatim. Ke depan, RSSA akan menghitung kebutuhan kapasitas penyimpanan data, jaringan internet, serta pengembangan infrastruktur agar seluruh sistem dapat berjalan lebih optimal.

Melalui koordinasi tersebut, Kominfo Jatim dan RSUD Dr. Saiful Anwar berkomitmen memperkuat tata kelola keamanan data digital, implementasi TTE, dan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkelanjutan. (pca/s)

close
Pasang Iklan Disini