Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Batik dan Ecoprint Kabupaten Madiun Memukau Panggung Fashion Wastra Nusantara Apkasi Expo 2026

BERKAH News – Kabupaten Madiun kembali menorehkan prestasi dalam ajang fashion tingkat nasional. Menjadi salah satu dari hanya 15 daerah yang terpilih di seluruh Indonesia, Kabupaten Madiun sukses memamerkan keindahan karya wastra khas daerahnya dalam gelaran Fashion Wastra Nusantara pada pameran Apkasi Otonomi Expo 2026, Jum’at (28/8/2026).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, yang hadir secara langsung memberikan dukungan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kesempatan emas tersebut.

"Alhamdulillah Kabupaten Madiun diberi kesempatan untuk tampil di Apkasi Expo. Koleksi yang ditampilkan mengusung motif-motif identitas Madiun seperti Pesanggrahan, Keris, Gunungan, dan Kampung Pesilat. Batik bukan sekadar selembar kain, tetapi juga menyimpan filosofi dan identitas mendalam dari Kabupaten Madiun," ujar Erni di sela-sela acara.

Erni menegaskan bahwa Dekranasda Kabupaten Madiun terus berkomitmen mendampingi para pengrajin lokal melalui berbagai program pelatihan dan partisipasi pada pameran skala nasional guna meningkatkan daya saing serta kualitas busana daerah.

Selain itu, ia turut menyampaikan pesan khusus bagi generasi muda agar tidak ragu mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, batik memiliki sifat yang fleksibel (down to earth) serta cocok digunakan pada acara formal maupun santai. "Jangan takut memakai batik. Tunjukkan identitas bangsa bahwa batik adalah warisan leluhur kita yang harus dibanggakan," tegasnya.

Pada gelaran fashion show tersebut, karya busana Kabupaten Madiun dibawakan oleh desainer lokal, Arga Wijaya (Dedi Arga). Membawakan rancangan bertajuk "Harmoni di Harapan Keindahan Kampung Pesilat", Arga menampilkan perpaduan teknik ecoprint dengan bahan-bahan ramah lingkungan.

Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Arga menjelaskan penggunaan pewarna alami kayu mahoni bernuansa cokelat muda yang dipadukan dengan pucuk daun jati, daun kenikir, daun jarak, serta rumput rayung. Menariknya, unsur ecoprint tidak hanya diterapkan pada pakaian, tetapi juga dioperasikan pada produk sepatu.

"Untuk pembuatan sepatu ecoprint, kami berkolaborasi langsung dengan UMKM lokal. Kami menyediakan bahan ecoprint-nya dan pengerjaan sepatunya dilakukan oleh pengrajin UMKM," terang Arga.

Kreativitas tersebut menuai apresiasi dari juri pameran. Dewan juri memuji langkah kolaboratif bersama UMKM serta pengangkatan teknik ecoprint yang saat ini tengah digalakkan secara global dan telah diakui oleh UNESCO.

Juri juga memberikan masukan konstruktif terkait pengembangan desain bergaya oversize casual untuk menarik minat generasi Z, serta optimasi proses fiksasi bahan agar hasil akhir kerapian busana semakin maksimal.

Keikutsertaan Kabupaten Madiun dalam ajang bergengsi ini diharapkan semakin memperkuat posisi industri kreatif dan perajin wastra lokal di kancah nasional.(as/BN24)

 

close
Pasang Iklan Disini