BERKAH News24 - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama OPOP Jatim menggelar Workshop Pengembangan Usaha Koperasi Pondok Pesantren di Kantor Bupati Lumajang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus koperasi pondok pesantren di Kabupaten Lumajang sebagai upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat tata kelola koperasi, serta mendorong lahirnya unit usaha pesantren yang profesional, produktif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi. Workshop ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan mempererat kolaborasi antarkoperasi pesantren di Jawa Timur.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Arif Lukman, yang hadir mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan bahwa koperasi pondok pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan bagi anggota, tetapi juga harus mampu mengembangkan unit usaha yang sehat dan berkelanjutan.
"Melalui workshop ini kami berharap pengurus koperasi memperoleh wawasan dan strategi baru dalam mengembangkan usahanya. Koperasi pesantren harus terus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, akuntabel, berdaya saing, mampu berinovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar," kata Arif Lukman.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridho , dengan tema Strategi Program Pemberdayaan UMKM di Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ia menjelaskan berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor UMKM serta membuka peluang kolaborasi dengan koperasi pondok pesantren dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.
"Kolaborasi menjadi kunci membangun UMKM yang tangguh. Koperasi pondok pesantren memiliki potensi besar apabila mampu memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah daerah sehingga mampu menciptakan usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat," jelas Muhammad Ridho.
Selanjutnya, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menyampaikan materi Sistem Pengendalian Internal Koperasi Sektor Riil Modern. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa koperasi yang sehat harus dibangun di atas sistem, bukan bergantung pada satu orang. Penerapan sistem pengendalian internal menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan usaha, memperjelas pembagian tugas, serta meminimalkan risiko dalam pengelolaan koperasi.
"Kalau koperasi hanya bisa berjalan ketika ketuanya hadir, berarti sistemnya belum terbentuk. Sistem Pengendalian Internal adalah proses transisi dari mengandalkan figur menjadi mengandalkan sistem. Ketika setiap pengurus memahami perannya dan menjalankan prosedur dengan baik, koperasi akan tetap berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan," ungkap Gus Ghofirin.
Sesi berikutnya menghadirkan pemateri dari LDP Sidogiri Business Center, Gus Lutfi, yang membagikan praktik baik dalam mengembangkan usaha koperasi berbasis pesantren. Peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pengembangan unit usaha, pengelolaan bisnis yang efektif, serta pentingnya inovasi untuk menjawab kebutuhan pasar.
"Pengembangan usaha koperasi membutuhkan inovasi, disiplin dalam pengelolaan, serta komitmen seluruh pengurus agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal bagi pesantren. Dengan pengelolaan yang tepat, koperasi akan semakin kuat, berkembang, dan mampu bersaing di berbagai sektor usaha," ujar Gus Lutfi.
Melalui kegiatan ini, para peserta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat pengelolaan koperasi di masing-masing pesantren. Ketua Koperasi Pesantren Syarifuddin, Hoirul Ichfan, mengapresiasi terselenggaranya workshop yang dinilai memberikan wawasan baru bagi pengurus koperasi dalam mengembangkan usaha pesantren. "Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan koperasi pesantren saat ini. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar koperasi pondok pesantren semakin maju, profesional, mandiri, mampu memperluas usahanya, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi santri maupun masyarakat," ungkap Hoirul Ichfan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama OPOP Jatim terus berkomitmen memperkuat kapasitas koperasi pondok pesantren sebagai pilar penggerak ekonomi pesantren. Sinergi antara pemerintah, pesantren, dan berbagai mitra diharapkan mampu mendorong lahirnya koperasi yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.(red)






