BERKAH News24 – Rangkaian event tahunan memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 resmi memasuki putaran terakhir sekaligus puncaknya.
Setelah sukses memikat masyarakat di dua lokasi sebelumnya—yakni Lapangan Sareng (Kecamatan Geger) dan Lapangan Tiron (Kecamatan Madiun)—hari ini, Jumat (10/7/2026), gelaran Sepasar ing Madiun (Sepasma) resmi dibuka untuk wilayah utara.
Puncak kemeriahan Sepasma kali ini dipusatkan di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Madiun, dan dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari penuh, mulai dari 10 hingga 19 Juli 2026.
Mengawali gelaran Sepasma putaran akhir dalam rangka hari jadi kabupaten tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar acara "Kabupaten Madiun Bersholawat" pada Jumat malam, 10 Juli 2026.
Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Madiun menghadirkan pendakwah kondang asal Blitar yang tengah digandrungi milenial dan masyarakat luas, yakni Gus Iqdam.
Kehadiran pencetus istilah "Dekengan Pusat" ini diprediksi akan menyedot ribuan jemaah dari berbagai daerah untuk memadati Alun-Alun Reksogati.
Bagi masyarakat, nama Gus Iqdam tentu sudah tidak asing lagi. Memiliki nama lengkap Muhammad Iqdam Kholid, lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 27 September 1994.
Gus Iqdam merupakan anak bungsu dari KH Kholid (ulama Pondok Mamba'ul Hikam II Blitar) dan Nyai Lanratul Farida (putri dari ulama kharismatik KH Zubaidi Abdul Qofur, Mursid Torikoh di Jawa Timur).
Meski lahir di lingkungan religius, Gus Iqdam muda sempat menyukai dunia balap motor. Atas dorongan sang ayah, ia akhirnya mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, di bawah bimbingan langsung Gus Kautsar (Muhammad Abdurrahman Kautsar).
Pada Desember 2018, ia mendirikan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah (ST). Berawal dari beberapa jemaah saja, kini majelisnya berkembang pesat dan memiliki jutaan pengikut. Gus Iqdam dikenal inklusif, merangkul kaum marjinal dan orang-orang awam lewat gaya penyampaian dakwah yang santun, jenaka, dan menyejukkan.
Saat ini, Gus Iqdam juga mengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar. Ia menikah pada tahun 2021 dengan Aning Nilatin Nihayah (putri almarhum KH Thoha Widodo Zaini Munnawir dari PP Lirboyo) dan dikaruniai seorang putra bernama Gus Novel.
Diharapkan lewat pesta rakyat Sepasma di Caruban ini,
tidak hanya hiburan dan kegiatan religi saja yang didapat, tetapi juga mampu
mendongkrak perekonomian pelaku UMKM lokal di wilayah utara Madiun.(as/BN24)











