BERKAH News24 - Badan Pusat Statistik (BPS) RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya pada 25–29 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi progres Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, menyusun strategi percepatan pendataan, serta memperkuat koordinasi antara BPS RI, BPS Provinsi, dan BPS Kabupaten/Kota.
Rakornas diikuti 839 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas pimpinan BPS RI, Kepala BPS Provinsi dan Kabupaten/Kota, Garda Sensus Ekonomi 2026, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur, serta panitia dan tim pelaksana.
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry B. Harmadi, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah memasuki hari ke-42. Hingga saat ini, capaian pendataan nasional mencapai 66,0 persen dan masih tersisa 31 hari untuk menuntaskan seluruh proses pendataan di lapangan.
"Hari ini adalah hari ke-42 pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Perjalanan kita masih panjang. Masih ada 31 hari lagi, dan capaian pendataan nasional saat ini mencapai 66,0 persen. Sebuah pencapaian yang baik, tetapi kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar," katanya.
Sonny menegaskan, target Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mengejar cakupan pendataan yang tinggi dan penyelesaian tepat waktu, tetapi juga memastikan data yang dihasilkan benar-benar berkualitas sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
"Target kita bukan sekadar mencapai cakupan yang tinggi dan menyelesaikan tepat waktu, tetapi memastikan bahwa data yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Karena statistik yang baik bukan hanya selesai dikumpulkan, tetapi juga mampu menjadi fondasi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran," tegasnya.
Menurut Sonny, capaian pendataan yang ditampilkan pada dashboard monitoring tidak sekadar merepresentasikan angka statistik, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan kerja keras para petugas sensus di seluruh Indonesia dalam menjangkau masyarakat dan pelaku usaha.
"Angka 66,0 persen yang kita lihat pada dashboard monitoring sesungguhnya hanyalah sebuah angka. Di balik pencapaian itu ada perjuangan yang luar biasa. Ada jutaan pintu yang telah diketuk," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan semangat, integritas, dan komitmen seluruh insan statistik agar mampu menghasilkan data berkualitas sebagai dasar pembangunan nasional.
"Sensus Ekonomi bukan hanya milik BPS, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Mari kita buktikan bahwa semangat perjuangan masih hidup dalam diri setiap insan statistik Indonesia, dengan bekerja penuh integritas, menjaga kualitas, dan menghadirkan data yang menjadi fondasi pembangunan Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Zulkifli, mengatakan Rakornas menjadi forum penting untuk mengevaluasi progres Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun strategi percepatan penyelesaian pendataan.
"Melalui Rakornas ini, kami mengevaluasi progres Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, dan menyusun strategi percepatan penyelesaian pendataan," ujarnya.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Herum Fajarwati mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mengingat provinsi ini merupakan daerah dengan perekonomian terbesar kedua di Indonesia.
"Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar kedua di Indonesia," ujarnya.
Herum menambahkan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Jawa Timur telah menyiapkan puluhan ribu petugas sensus yang akan bertugas di seluruh wilayah provinsi, didukung personel internal guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai target.
"Untuk mendukung pelaksanaannya, sebanyak 41.538 petugas sensus eksternal dan sekitar 1.300 personel internal telah disiapkan." pungkas Herum. (byu/hjr)






