BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus mengintensifkan berbagai upaya strategis demi menekan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan membagikan paket nutrisi hewani kepada kelompok masyarakat rentan.
Dalam aksi kali ini, sebanyak 150 paket ikan segar dan produk olahan berbahan dasar ikan disalurkan kepada ibu hamil serta keluarga yang memiliki balita.
Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Balai Pertemuan Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, pada Kamis (25/6/2026).
Program yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun tersebut dirancang untuk mengintervensi pemenuhan protein hewani masyarakat serta mempercepat penurunan angka stunting secara berkala.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, bersama Ketua Bidang Pembinaan Keluarga PKK Kabupaten Madiun, Fitria Purnomo Hadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Soedjiono, menjelaskan bahwa Gemarikan merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk membudayakan kebiasaan mengonsumsi ikan di lingkungan keluarga.
“Gemarikan ini kami dorong penuh untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat. Paket yang diberikan berisi ikan nila segar serta aneka produk olahan ikan yang sangat kaya akan kandungan protein,” kata Soedjiono.
Menurutnya, sasaran utama dari bantuan ini adalah kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak balita. Pasalnya, kecukupan asupan protein pada masa emas pertumbuhan menjadi faktor krusial dalam memutus rantai stunting sejak dini.
Soedjiono memaparkan bahwa angka stunting di Kecamatan Kebonsari sebenarnya telah mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni berada di kisaran 2,95 persen.
Kendati demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan dan terus melakukan intervensi langsung ke lokasi-lokasi yang masih membutuhkan penanganan.
“Di Desa Balerejo saat ini tercatat masih terdapat tujuh anak yang mengalami stunting. Melalui program Gemarikan inilah, kami masuk melakukan intervensi agar kebutuhan gizi dan protein anak-anak tersebut dapat segera terpenuhi secara optimal,” lanjutnya.
Selain di Kecamatan Kebonsari, program pembagian nutrisi berbasis ikan ini dijadwalkan akan segera dilaksanakan di Kecamatan Dolopo dengan alokasi yang sama, yakni 150 paket bantuan.
Di sisi lain, Soedjiono mengungkapkan sebuah tantangan tersendiri bagi wilayah Kabupaten Madiun. Saat ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat setempat masih berada di angka 14,71 kilogram per kapita per tahun.
Jumlah tersebut masih berada di bawah rata-rata tingkat konsumsi Provinsi Jawa Timur yang telah menyentuh angka 22 kilogram per kapita per tahun.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Madiun mengombinasikan langkah edukasi gizi dengan penguatan sektor riil di hilir, salah satunya dengan menggenjot potensi budidaya perikanan air tawar lokal.
“Kabupaten Madiun secara geografis tidak memiliki wilayah laut, oleh sebab itu fokus utama kami diarahkan pada pengembangan budidaya ikan air tawar. Harapan besarnya, hasil budidaya ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani ikan kita, tetapi sekaligus mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pangan sehat bagi masyarakat,” pungkas Soedjiono.
Melalui konsistensi Gerakan Gemarikan, Pemkab Madiun berharap kesadaran akan pentingnya makan ikan dapat tertanam kuat menjadi budaya sehari-hari di tengah keluarga.
Langkah ini diyakini menjadi modal penting dalam mencetak generasi masa depan Madiun yang lebih sehat, cerdas, dan sepenuhnya bebas dari stunting.(as/BN24)











