Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Imam Utomo Tekankan Profesionalisme Relawan dan Peningkatan Mutu Layanan Darah

BERKAH News24 - Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Situbondo masa bakti 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua PMI Jawa Timur Ha Imam Utomo S di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin (8/6/2026).

PMI Situbondo dipimpim Ketua Husna Laili, SR, CFP dan Ketua Dewan Kehormatan Abdul Rahman SH, MH.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Jawa Timur, H Imam Utomo menegaskan bahwa seluruh jajaran PMI merupakan relawan kemanusiaan yang harus bekerja secara profesional, meningkatkan kualitas layanan darah, serta memperkuat kapasitas relawan dalam penanggulangan bencana.

Menurut Imam Utomo, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang berlandaskan prinsip-prinsip kemanusiaan dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik maupun golongan tertentu.

“PMI adalah organisasi yang menolong sesama manusia. Mulai dari tingkat pusat hingga daerah semuanya adalah relawan. Tugas utama PMI adalah membantu masyarakat yang membutuhkan, baik melalui pelayanan darah maupun kegiatan kemanusiaan lainnya,” ujar Imam Utomo.

Ia menjelaskan, PMI memiliki peran penting dalam membantu pemerintah, khususnya dalam penanggulangan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu prinsip kerja PMI adalah hadir secepat mungkin saat terjadi bencana.

“Dalam waktu enam jam setelah terjadi bencana, PMI harus sudah berada di lokasi bersama BPBD untuk memberikan bantuan, termasuk mendirikan dapur umum dan pelayanan kemanusiaan lainnya,” katanya.

Selain itu, Imam Utomo menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan darah.

Menurutnya, standar Unit Donor Darah (UDD) PMI saat ini terus ditingkatkan menuju standar internasional. Sejumlah UDD di Jawa Timur telah menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), dan ke depan akan diperluas ke daerah lain.

Ia juga mendorong peningkatan kompetensi relawan melalui sertifikasi di berbagai bidang agar mereka memiliki kemampuan yang memadai saat diterjunkan ke lapangan.

“Jangan sampai relawan yang dikirim justru menjadi beban karena tidak memiliki keahlian. Karena itu kapasitas dan sertifikasi relawan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Terkait pelayanan darah, Imam Utomo mengungkapkan bahwa ke depan PMI juga akan mengembangkan pengelolaan plasma darah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Plasma darah nantinya akan ditampung dan diolah menjadi berbagai produk obat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Situbondo periode 2026–2031, Husna Laili, menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjadikan PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Kami ingin PMI benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Situbondo,” ujarnya.

Husna menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.

“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi pentahelix bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk mewujudkan Situbondo yang lebih tangguh,” katanya.

Pada masa bakti 2026–2031, PMI Situbondo akan memfokuskan program pada tiga bidang utama, yakni peningkatan pelayanan Unit Donor Darah, penguatan kapasitas relawan hingga tingkat desa melalui Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR), serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurut Husna, Situbondo merupakan daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wilayah di Situbondo mengalami banjir yang berdampak pada ribuan rumah dan lahan pertanian.

“Karena itu penguatan kapasitas relawan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi prioritas kami ke depan,” pungkasnya.

close
Pasang Iklan Disini