BERKAH News24 — Kabupaten Madiun bersiap menjadi pusat perhatian pemangku kebijakan sektor lingkungan. Ajang bergengsi skala regional, Jambore Perhutanan Sosial Tahun 2026, dipastikan akan digelar di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/6/2026) mendatang.
Acara besar ini dijadwalkan bakal dihadiri langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Timur.
Pantauan di lokasi pada Kamis (11/6/2026), berbagai persiapan fisik terus dikebut di Alun-Alun Reksogati Caruban Kabupaten Madiun. Sejumlah pekerja tampak sibuk melakukan pemasangan tenda-tenda utama, penataan panggung, hingga pemasangan umbul-umbul di sepanjang area kegiatan untuk menyemarakkan suasana.
Sebelum persiapan fisik di lapangan dimulai, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur telah terlebih dahulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Rapat Praja Mukti, Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun. Rakor ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh elemen pelaksanaan kegiatan berjalan tanpa hambatan.
Rapat penting tersebut dipimpin bersama oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kepala Bidang PDASPS Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun. Mengingat skala acara yang besar, rakor digelar secara hibrida (daring dan luring) dengan melibatkan lintas instansi dan aparat keamanan.
Hadir dalam koordinasi tersebut perwakilan dari Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun, TNI/Polri (Polres Madiun dan Kodim 0803 Madiun), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun, serta instansi vertikal terkait lainnya.
Dalam rakor tersebut, seluruh aspek teknis dikupas tuntas. Mulai dari pemetaan tata letak stan, manajemen lalu lintas dan kantong parkir untuk mengantisipasi kemacetan, kesiapan tim medis darurat, skema keamanan, kebersihan lokasi, hingga strategi publikasi agar gaung acara ini sampai ke masyarakat luas. Kesiapan sarana dan prasarana pendukung juga dipastikan masuk dalam status siaga.
Jambore Perhutanan Sosial sendiri merupakan ajang tahunan yang berfungsi sebagai wadah silaturahmi, ruang pembelajaran, sekaligus sarana promosi produk unggulan hasil kelola kelompok perhutanan sosial di Jawa Timur.
Melalui gelaran ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, pemangku kebijakan, masyarakat, dan kelompok tani hutan semakin solid demi mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sekaligus mendongkrak roda perekonomian warga di sekitar kawasan hutan.
Dengan komitmen penuh dari seluruh pihak yang terlibat, Kabupaten Madiun siap memberikan sambutan dan fasilitasi terbaik demi suksesnya Jambore Perhutanan Sosial 2026 yang aman, tertib, dan membawa manfaat luas bagi Jawa Timur.(as/BN24)

.jpeg)









