Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Antisipasi Harga Melebihi HET, Bulog Madiun Perketat Pengawasan Distribusi MinyaKita

BERKAH News24 — Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madiun resmi memperketat pengawasan distribusi minyak goreng bersubsidi, MinyaKita, di seluruh wilayah kerjanya. 

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya dugaan penyalahgunaan distribusi yang menyebabkan harga jual di tingkat konsumen melonjak dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

Pengetatan pengawasan salah satunya dilakukan langsung saat Bulog menyalurkan pasokan MinyaKita di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, pada Kamis (11/6/2026). Dalam giat tersebut, Bulog memberikan edukasi dan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak menjual kembali produk tersebut kepada pihak yang berpotensi menjadi pengecer kedua.

Pimpinan Cabang Bulog Kancab Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa pedagang pasar yang menerima pasokan dari Bulog memegang peran sebagai rantai terakhir distribusi. Oleh karena itu, pembeli yang dilayani harus dipastikan merupakan konsumen rumah tangga atau pengguna langsung.

“Sekaligus kami memberikan penekanan kepada pedagang bahwa mereka adalah pengecer terakhir. Jadi yang membeli di sini juga harus konsumen terakhir,” ujar Agung di sela-sela memantau distribusi.

Agung menjelaskan, praktik borong dalam jumlah besar (bulk buying) untuk kemudian dijual kembali menjadi pemicu utama terganggunya rantai distribusi. Selain memicu kelangkaan stok di pasar tradisional, praktik ini menjadi biang kerok melambungnya harga di atas regulasi pemerintah, sehingga merugikan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Agung menilai kebutuhan riil rumah tangga terhadap minyak goreng saat ini sebenarnya masih berada dalam batas wajar. Atas dasar tersebut, masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan menghindari aksi penimbunan.

“Untuk kebutuhan rumah tangga, kemasan dua liter biasanya cukup untuk beberapa hari hingga satu minggu. Jadi tidak perlu membeli dalam jumlah berlebihan,” tuturnya.

Sebagai langkah preventif di lapangan, Bulog meminta komitmen aktif para pedagang untuk membatasi jumlah pembelian per konsumen. Strategi ini diharapkan efektif menutup celah bagi para spekulan yang ingin memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Menyikapi potensi pelanggaran yang masih masif, Bulog Madiun tidak tinggal diam. Ke depan, mereka akan menggandeng Satgas Pangan untuk mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan berkala di pasar-pasar binaan.

“Kami bersama Satgas akan lebih sering turun ke lapangan untuk memastikan penjualan MinyaKita benar-benar sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Agung.

Kendati pengawasan diperketat, Bulog menjamin bahwa pasokan MinyaKita di pasar-pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dipastikan aman dan tercukupi. Bulog berkomitmen menjaga konsistensi suplai dengan melakukan distribusi rutin seminggu sekali guna meredam lonjakan harga.

“Kami menjaga konsistensi suplai MinyaKita seminggu sekali. Mari bersama-sama menjaga agar tidak terjadi lonjakan harga,” pungkasnya.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini