Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Sasar Gen Z, PWNU Jatim dan Pemkab Madiun Dorong Penguatan Kaderisasi Melalui LAKUT IPNU

BERKAH News24 – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Madiun menekankan pentingnya strategi khusus dalam mengelola generasi Z (Gen Z). 

Hal ini mengemuka dalam pembukaan agenda Latihan Kader Utama (LAKUT) Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur di Koordinator Daerah (Korda) Madiun, Gedung PC NU Kabupaten Madiun, Jum'at (29/5/2026).

Kaderisasi tingkat utama yang baru pertama kali digelar di Madiun ini dinilai sebagai posisi paling strategis untuk membentengi generasi muda NU di tengah tantangan era digitalisasi.

Sekretaris PWNU Jawa Timur, Muhammad Faqih, mengungkapkan kecemasannya terhadap data perkembangan sosiologis NU dari tahun 2005 hingga 2023. 

Meski secara keseluruhan jumlah warga NU meningkat pesat, tren di kalangan Gen Z justru menunjukkan penurunan dari 95,7 persen menjadi 95,1 persen.

"Gen Z turun, ini bahaya. Kenapa? Karena Gen Z inilah yang 20 tahun ke depan, pada tahun 2045, akan memegang tampuk segala macamnya—baik ekonomi, intelektual, pemerintahan, hingga politik. Di sinilah letak strategisnya IPNU dan IPPNU," tegas Muhammad Faqih.

Ia meminta IPNU untuk memusatkan seluruh energinya pada dunia pelajar dan mengubah cara pendekatan agar sesuai dengan karakter Gen Z yang cenderung menyukai hal-hal praktis dan aplikatif.

Yang menjadi fokus utama adalah mengurus pelajar dari segi akidah, amaliah, dan harakah (pergerakan) berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Faqih menjelaskan, karakter Gen Z itu tidak menyukai ceramah bertele-tele yang terlalu lama, melainkan lebih mengutamakan bukti nyata (tangible) dan keteladanan yang dapat dilihat langsung.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan positif kepemudaan ini.

Menurutnya, kader-kader IPNU merupakan calon pemegang tongkat estafet pemerintahan di masa depan.

Wabup berpesan agar para pelajar NU tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik (hard skill), tetapi juga mengasah kemampuan soft skill.

"Tingkatkan kemampuan hard skill, tetapi jangan lupa didukung dengan soft skill. Interpersonal, hubungan sosial, komunikasi yang bagus, dan yang paling penting memiliki etika yang akhlakul karimah. Termasuk kemampuan memilah mana yang positif dan negatif di media sosial agar digitalisasi menjadi penunjang karier," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Ketua Pelaksana LAKUT, Ageng Syahrul, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan angkatan pertama yang diselenggarakan di wilayah Madiun. 

Kegiatan ini diikuti 21 peserta yang terbagi ke dalam dua kategori kepesertaan. 

Yakni dari internal (Karesidenan Madiun) Madiun (Kabupaten/Kota), Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan 15 peserta. Dan luar karesidenan (Peserta terjauh berasal dari Kota Pasuruan) 6 peserta.

Syahrul menambahkan, selama proses pelatihan, para peserta akan digembleng oleh 11 pemateri dengan kurikulum komprehensif yang mencakup penguatan ideologi, wawasan kebangsaan, serta pengembangan soft skill. 

Melalui kombinasi aspek fisik, spiritual (seperti qiyamul lail), dan intelektual, LAKUT ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader militan yang siap berkhidmat untuk kemajuan bangsa dan NU.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini