Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkot Madiun Bakal Sulap Kawasan PG Rejo Agung Jadi Destinasi Heritage

BERKAH News24 - Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi kota ini menjadi magnet pariwisata berbasis sejarah.

Salah satu fokus utama yang kini tengah digarap adalah pengembangan kawasan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru di Jalan Yos Sudarso sebagai ikon wisata heritage baru.

Dalam kunjungannya pada acara Buka Giling, Selasa (5/5/2026), Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menegaskan bahwa PG Rejo Agung memiliki potensi luar biasa yang belum tergarap maksimal.

Arsitektur khas kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri di kompleks rumah dinas menjadi daya tarik utama bagi para pecinta sejarah.

Bukan sekadar pelestarian bangunan, pengembangan ini merupakan bagian dari desain besar konektivitas wisata di Kota Madiun. Letaknya yang berada di pintu masuk sisi utara menjadikan kawasan ini sangat strategis.

"Sejak 2023 sudah dimulai dengan Pahlawan Street Center (PSC), dan Rejo Agung ini akan menjadi pintu masuknya. Kami ingin siapa pun yang masuk ke Kota Madiun langsung disambut oleh nuansa kota pariwisata yang kental," ujar Bagus Panuntun.

Beberapa poin penting dalam rencana kolaborasi antara Pemkot Madiun dan PG Rejo Agung Baru diantaranya renovasi rumah dinas kuno dengan tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya. Penempatan lori atau lokomotif tua di area depan pabrik sebagai penanda estetis kawasan heritage.

Dan pembangunan trotoar ramah pejalan kaki yang terkoneksi langsung dengan kawasan pabrik untuk menciptakan pengalaman wisata jalan kaki.

Kedepan akan dibuat paket kunjungan wisata yang menghubungkan PG Rejo Agung dengan titik-titik sejarah lainnya di Kota Madiun.

Bagus menyadari bahwa keterbatasan sumber daya alam menuntut Kota Madiun untuk lebih kreatif.

"Kami harus mengoptimalkan apa yang kami miliki. Sektor sejarah dan budaya adalah kunci daya saing kita," tambahnya.

Gayung bersambut, pihak manajemen PG Rejo Agung Baru menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.

General Manager PG Rejo Agung Baru, Immam Nur Salamet, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pemerintah daerah telah berjalan intensif.

"Kami sangat mendukung langkah Pemkot. Beberapa rumah dinas bahkan sudah kami mulai renovasi secara mandiri agar sinkron dengan program pengembangan kawasan heritage dan eduwisata nantinya," jelas Immam.

Diharapkan, dengan kolaborasi ini, PG Rejo Agung Baru tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi industri gula, tetapi juga menjadi ruang publik yang edukatif sekaligus penggerak roda ekonomi baru bagi masyarakat Madiun dan sekitarnya.(as/BN24)

 

close
Pasang Iklan Disini