BERKAH News24 - Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengakselerasi pelestarian budaya lokal berbasis masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Budaya dan Kuliner Pasar Panganan Giri Biyen yang digelar di Kampung Kajen, Minggu (3/5/2026).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa
kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan pelestarian
tradisi dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal. “Festival ini tidak hanya
menjadi destinasi wisata kuliner, tetapi juga sarana edukasi budaya untuk menghidupkan
kembali khazanah tradisi Giri di tengah modernisasi,” ujarnya.
Festival yang rutin digelar setiap Minggu Kliwon ini
menghadirkan nuansa tempo dulu yang kental. Para pedagang mengenakan busana
tradisional, sementara sistem transaksi menggunakan koin gobog sebagai alat
tukar simbolik. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menghadirkan pengalaman
budaya yang autentik bagi pengunjung.
Sebanyak 43 pelaku usaha turut ambil bagian dengan
menyajikan beragam kuliner khas Gresik yang mulai jarang ditemui. Kehadiran
pelaku UMKM ini menjadi indikator tumbuhnya ekonomi lokal berbasis potensi
budaya.
Menurut Bupati Yani, antusiasme masyarakat yang terus
meningkat menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal memiliki daya
tarik sekaligus potensi ekonomi yang signifikan.
“Kami akan terus mendorong kolaborasi agar kegiatan ini
berkembang dan memberikan dampak nyata, baik dalam pelestarian budaya maupun
peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Festival Pasar Panganan Giri Biyen menjadi contoh konkret
bagaimana warisan budaya dapat dioptimalkan sebagai penggerak ekonomi sekaligus
media edukasi lintas generasi.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen
memperkuat ekosistem kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi pembangunan
berbasis budaya, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
berkelanjutan.











