Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkab Bojonegoro Tuntaskan Penanganan Darurat Longsor

BERKAH News24 - Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro telah merampungkan penanganan tanggap darurat longsor di dua titik krusial, yakni Desa Duyungan (Kecamatan Sukosewu) dan Desa Sambiroto (Kecamatan Kapas). 

Langkah cepat penanganan ini guna memastikan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali normal.

Pasca banjir luapan yang memicu longsor, DPU SDA bergerak taktis di Desa Duyungan. Fokus utama bukan sekadar membuka akses, melainkan menyelamatkan aset vital warga berupa area persawahan dan pemakaman desa yang sempat tergenang.

Tim lapangan telah merampungkan langkah-langkah teknis menggunakan satu unit alat berat ekskavator. Intervensi yang dilakukan meliputi normalisasi afvoer dengan mengembalikan fungsi saluran pembuangan air agar genangan di sawah dan makam segera surut. 

Juga penguatan struktur alami yaitu memasang 16 cerucuk bambu dan 30 buah sesek untuk menahan laju pergeseran tanah permukaan secara instan.

Sebelumnya, aksi serupa juga sukses dilaksanakan di Sungai Loro, Desa Sambiroto (Kecamatan Kapas) pada pertengahan Februari 2026 lalu. 

Yakni dengan menggunakan ekskavator LongArm, tim berhasil membersihkan material longsoran yang sempat menutup akses jalan dan saluran air. Penguatan tebing sementara dilakukan secara masif untuk mencegah kerusakan lanjutan yang lebih parah.

Sekretaris DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, Jafar Sodiq, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ini adalah buah dari kolaborasi solid antara Pemerintah Kabupaten dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP) IV.

"Normalisasi afvoer atau sungai adalah program prioritas kami untuk menjaga kapasitas aliran tetap optimal. Namun, teknis di lapangan saja tidak cukup. Kami sangat berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai agar risiko longsor bisa kita minimalisir bersama," ujarnya.

Kerja terintegrasi ini juga melibatkan BPBD Bojonegoro, pemerintah desa setempat, hingga gotong royong warga, membuktikan bahwa penanganan bencana di Bojonegoro dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.[fif/nn]

close
Pasang Iklan Disini