BERKAH News24 - Dalam rangka menyambut momen libur Paskah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan 8 perjalanan kereta api tambahan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.
Momentum libur panjang Paskah dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk berwisata, mengunjungi keluarga, maupun kegiatan keagamaan. KAI Daop 8 Surabaya memprediksi adanya lonjakan volume pelanggan, khususnya pada rute-rute favorit seperti tujuan Yogyakarta, Semarang, Madiun, Bandung, Jakarta dan Banyuwangi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Kamis (2/4/2026) menyampaikan bahwa pengoperasian KA tambahan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Adapun 8 KA Tambahan tersebut diantaranya adalah :
1. KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi - Gambir
2. KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi - Gambir
3. KA Kertajaya Tambahan relasi Surabaya Pasarturi - Pasarsenen
4. KA Tambahan SGU - GMR relasi Surabaya Gubeng - Gambir
5. KA Arjuno Ekspress relasi Surabaya Gubeng - Malang (PP)
6. KA Mutiara Timur relasi Surabaya Gubeng - Ketapang
7. KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng - Yogyakarta
8. KA Gajayana Tambahan relasi Malang - Gambir
“Penambahan 8 perjalanan kereta api tambahan ini, diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pelanggan selama libur Paskah. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Selama libur paskah, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan sebanyak 46 KA, terdiri dari 38 KA reguler dan 8 KA tambahan dengan 24.800 tempat duduk per hari dan total selama periode libur paskah dari tanggal 2 s.d 5 April 2026 sebanyak 99.200 tempat duduk.
Tiga stasiun dengan potensi volume penumpang tertinggi pada periode ini yaitu Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Ketiga stasiun tersebut menjadi simpul utama mobilitas pelanggan, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan selama libur paskah.
KAI Daop 8 Surabaya juga memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama melalui pemeriksaan sarana dan prasarana secara berkala, serta peningkatan pengawasan di seluruh titik operasional.
"Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi, serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan dapat berjalan lancar. Selain itu, penumpang agar selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaannya masing-masing. Penumpang diharapkan tidak lengah, tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan, serta memastikan barang berharga seperti dompet, ponsel, dan dokumen penting tersimpan dengan aman," tutup Mahendro. (hjr)













