BERKAH News24 - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus mendorong perluasan akses kerja ke luar negeri dengan menyasar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Upaya ini dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional, sekaligus membuka peluang penghasilan menjanjikan bagi generasi muda.
Kepala BP3MI Jawa Timur, Kadir, mengungkapkan, bahwa tren penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah negara seperti Hong Kong dan Jepang masih menjadi tujuan utama karena permintaan tenaga kerja yang stabil dan cenderung meningkat.
“Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar PMI secara nasional. Selain itu, remitansi yang dihasilkan juga berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, peluang kerja di luar negeri menawarkan kisaran gaji yang cukup tinggi, mulai Rp15 juta hingga Rp35 juta per bulan, bergantung pada sektor dan negara tujuan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pekerja, khususnya lulusan SMK yang memiliki keterampilan spesifik.
Meski mencatat capaian positif, BP3MI Jatim tidak berhenti melakukan pembenahan. Kadir menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat sistem pelindungan bagi PMI. Predikat zona integritas bebas korupsi yang diraih menjadi pijakan untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik.
Dalam tata kelola penempatan PMI, BP3MI Jatim mengedepankan tiga pilar utama, yakni penempatan, pelindungan, dan pelayanan.
Seluruh proses kini telah terintegrasi secara digital, mulai dari pendaftaran hingga penempatan, sehingga lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.
“Semua sudah berbasis sistem informasi. Ini untuk memastikan proses berjalan transparan dan meminimalkan potensi penyimpangan,” jelasnya.
Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah “SMK Global”.
Program ini dirancang untuk menyiapkan lulusan SMK agar siap bersaing di pasar kerja internasional melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti sektor perhotelan di Taiwan.
“Kami pastikan mereka memiliki kompetensi yang sesuai sebelum diberangkatkan, sehingga bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja di luar negeri,” tambah Kadir.
Selain itu, BP3MI Jatim juga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga mitra luar negeri.
Setiap lowongan kerja yang dibuka telah melalui proses verifikasi untuk menjamin keamanan dan legalitas bagi calon PMI. Dari sisi pelindungan, BP3MI memastikan seluruh PMI yang diberangkatkan telah melewati tahapan seleksi dan pembekalan yang ketat.
Mereka juga mendapatkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan serta perlindungan tambahan dari pemberi kerja.
“Kami menerapkan perlindungan berlapis agar para PMI merasa aman dan terlindungi selama bekerja di luar negeri,” tegasnya.
Kadir menekankan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penempatan PMI sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat.
“Sinergi dengan berbagai pihak sangat penting agar penempatan semakin berkualitas dan pelindungan semakin kuat,” pungkasnya. (hjr)













