Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Industri Perkapalan Banyuwangi Kian Menguat, Kapal Survei Katamaran X38 Resmi Diserahkan

BERKAH News24 - Denyut industri maritim di ujung timur Pulau Jawa kembali menunjukkan geliatnya. PT. Rejeki Abadi Lestari secara resmi membeli kapal survei katamaran buatan galangan lokal Banyuwangi yang diproduksi oleh PT. Lundin Industry Invests. Pembelian ini menjadi penanda meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap kualitas produksi dalam negeri.

Serah terima kapal dilaksanakan dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, hadir secara langsung untuk menyerahkan kapal tersebut bersama PT. Lundin Industry Invests. 

Momen ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, industri galangan kapal, dan sektor swasta yang saling menguatkan.

PT. Rejeki Abadi Lestari dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, penggalian pasir, pembersihan, serta sedimentasi di wilayah laut. Dalam operasionalnya, perusahaan membutuhkan armada survei yang andal untuk memastikan akurasi pemetaan, keselamatan kerja, serta efisiensi proses eksplorasi dan pengerukan. Kehadiran kapal survei tipe Katamaran X38 ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan teknologi dan performa yang lebih unggul.

Wabup Mujiono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada galangan kapal Banyuwangi. Menurutnya, pemesanan kapal produksi lokal ini adalah bukti nyata bahwa industri perkapalan daerah telah memiliki standar kualitas yang kompetitif.

Mujiono menambahkan, industri galangan kapal Banyuwangi terus berkembang dari tahun ke tahun. Tidak hanya melayani pasar domestik, galangan kapal di daerah ini juga pernah memproduksi kapal pesanan dari Eropa.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk anak bangsa mampu bersaing di pasar global, baik dari sisi desain, teknologi, maupun ketahanan konstruksi.

“Ini membuktikan industri kapal dalam negeri memiliki daya saing tinggi. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah maritim sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Prabowo,” ujar Mujiono.

Sementara itu, Direktur PT. Lundin Industry Invests John Lundin menjelaskan, kapal yang diserahkan merupakan kapal survei tipe Katamaran X38 generasi terbaru. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar enam bulan, mulai dari tahap desain, fabrikasi lambung, instalasi mesin, hingga uji kelayakan laut (sea trial).

Secara teknis, kapal ini memiliki panjang keseluruhan (length overall/LOA) 12,50 meter dan lebar 4,60 meter. Dengan draft nominal 0,70 meter dan displacement sekitar 7.000 kilogram, kapal dirancang stabil saat beroperasi di perairan dangkal maupun terbuka. Desain katamaran memberikan keunggulan pada stabilitas dan efisiensi bahan bakar dibandingkan lambung tunggal.

Dari sisi daya jelajah, kapal dibekali kapasitas bahan bakar hingga 2.000 liter, memungkinkan operasional dalam durasi yang relatif panjang tanpa pengisian ulang. Selain itu, tersedia tangki air bersih berkapasitas 250 liter serta holding tank 200 liter untuk mendukung kebutuhan kru selama kegiatan survei berlangsung.

Kapal ini juga dirancang untuk mengangkut hingga 12 orang penumpang atau kru.

“Kami telah membuat 20 kapal jenis Katamaran, tetapi tipe terbaru ini jauh lebih baik dari yang lain, dengan konsumsi bahan bakar dan performa yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan penyerahan kapal survei Katamaran X38 ini, Banyuwangi kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri maritim nasional. Kolaborasi antara dunia usaha dan galangan kapal lokal menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian industri perkapalan Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. (*)

close
Pasang Iklan Disini