BERKAH News24 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan komitmen menghadirkan pembangunan yang akuntabel dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat melalui layanan persalinan gratis. Program ini menjadi wujud nyata pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada publik di sektor kesehatan ibu dan anak.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa hingga saat ini layanan persalinan gratis telah dimanfaatkan oleh lebih dari 11.000 ibu di seluruh wilayah Lumajang. Kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, layak, dan setara tanpa terbebani biaya.
“Melahirkan adalah hak setiap ibu. Pemerintah tidak boleh membiarkan proses kelahiran menjadi sumber kecemasan hanya karena persoalan biaya,” tegas Indah Amperawati dalam acara silaturahmi Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Cabang Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (14/1/2026).
Menurutnya, layanan persalinan gratis bukan sekadar program bantuan, melainkan bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak dasar warga. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada ibu yang menunda atau menghindari layanan kesehatan akibat keterbatasan ekonomi.
“Kesehatan ibu dan anak adalah fondasi masa depan daerah. Ketika ibu sehat dan bayi lahir dengan selamat, di situlah pembangunan manusia dimulai,” ujarnya.
Indah Amperawati menambahkan bahwa kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menekan risiko kesehatan ibu melahirkan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan pemerintah.
“Akuntabilitas pembangunan itu sederhana: masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Layanan persalinan gratis ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga Lumajang,” tambahnya.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari keberpihakan kebijakan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat dan memberikan rasa aman pada setiap fase kehidupan.













