BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan menggelar Festival Mangrove ke-9 di Kabupaten Pacitan. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Festival Mangrove Jawa Timur ke-9 ini juga dihadiri jajaran kementerian, Forkopimda, serta ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut Gubernur Khofifah juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Gajah Sumatera tentang pemulihan ekosistem di Jawa Timur.
Tak hanya itu, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan zakat produktif kepada pelaku usaha kecil perempuan masing-masing sebesar Rp500.000. Ada pula penyerahan apresiasi Gubernur Jawa Timur atas komitmen dan kontribusi dalam perlindungan tutupan hutan dan lahan pemulihan ekosistem mangrove, serta peningkatan cadangan karbon di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Mangrove Jawa Timur ke-9 yang bertepatan dengan Hari Ibu memiliki makna khusus sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap alam.
“Festival Mangrove ke-9 ini menjadi upaya kita merawat Jawa Timur agar tetap lestari. Kita rawat Ibu Pertiwi dengan penanaman mangrove dan bersih-bersih sampah. Kita niat sedekah oksigen, jadi amal jariyah kita semua,”katanya.
Menurutnya, Festival Mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rehabilitasi hutan dan lahan pesisir.
Gubernur Khofifah, mendukung program nasional pengelolaan daerah aliran sungai, rehabilitasi mangrove, serta mitigasi dampak perubahan iklim. "Kita berhasil mendapatkan banyak penghargaan ya karena manggrove. Diniatkan untuk menjaga dan menyumbang oksigen untuk ibu pertiwi," pungkasnya.
Sekretaris Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Dr. Muhammad Zainal Arifin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam empat tahun terakhir, luas hutan di Jawa Timur mengalami peningkatan sekitar 5.000 hektare.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi jadi platform luar biasa untuk mengedukasi masyarakat membangun ekosistem mangrove. Kami jadikan ini benchmark untuk provinsi lain supaya meniru keberhasilan Pemprov Jatim dalam mengelola mangrove, serta pengelolaan wilayah pesisir," pungkasnya.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang kembali memilih Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur ke 9.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
"Untuk membangun Pacitan permintaan saya hanya satu, Bu Gubernur setiap bulan saja kesini, saya jamin Pacitan akan berkembang pesat," pungkasnya.
Kepala Dinas Kehutanan, Dr Jumadi mengatakan rangkaian Festival Mangrove Jawa Timur ke-9 turut dimeriahkan dengan penampilan D’Wana Band Lestari Hutanku, fashion show batik organik dengan pewarna mangrove. Acara juga dimeriahkan penampilan solo gitar akustik oleh Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank.
Selain acara seremonial, Gubernur Khofifah juga meninjau layanan pengobatan gratis, edukasi pelestarian mangrove, flash mob Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, serta pameran hilirisasi pengelolaan ekosistem mangrove yang digelar di kawasan Alun-alun Pacitan.
“Festival Mangrove ke-9 ini dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional. Kita membangun lingkungan hidup yang berseri. Mari kita terus hijaukan lingkungan Jawa Timur dengan kegiatan menanam pohon," pungkas Jumadi.(pca/s/p)











