BERKAH News24 — Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Polres Madiun berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengecekan ketersediaan, stabilitas harga, serta mutu pangan di sejumlah titik wilayah Kabupaten Madiun pada Rabu (30/9/2026).
Sidak yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 16.00 WIB ini merupakan bagian dari agenda kerja Satgas Pangan Tahun 2026. Peninjauan menyasar dua lokasi utama, yakni produsen beras UD Sumber Asri Sejahtera di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, serta ritel modern Mitra Swalayan di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, melalui Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memantau pasokan komoditas pangan, khususnya beras, dari tingkat produsen hingga pengecer.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memantau ketersediaan stok serta perkembangan harga beras di wilayah Kabupaten Madiun. Kami melakukan pengecekan langsung agar kondisi riil di lapangan dapat diketahui dan dijadikan bahan evaluasi bersama,” ujar AKP Agung Hartawan di sela-sela kegiatan.
Dalam pemeriksaan di penggilingan UD Sumber Asri Sejahtera, petugas mencatat kapasitas penggilingan mencapai 45 ton dengan daya tampung penyimpanan gabah hingga 90 ton. Saat peninjauan, tercatat stok gabah yang tersedia sebanyak 55 ton dan stok beras siap edar sebanyak 50 ton.
Pabrik tersebut memproduksi beras premium merek Mutiara 21 dan Berlian 21 yang dijual seharga Rp14.800 per kilogram. Produk beras ini didistribusikan melalui jaringan ritel besar seperti Alfamart, Indomarco, Indogrosir, hingga Samudra.
Dari hasil dialog bersama pengelola penggilingan, produksi beras premium dipastikan tetap berjalan berkelanjutan. Meski demikian, pihak produsen mencermati kenaikan harga gabah yang berdampak pada peningkatan biaya produksi, sehingga memerlukan penyesuaian agar harga jual tetap selaras dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, pada peninjauan di Mitra Swalayan Mejayan, tim masih menemukan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 75 kilogram yang dijual sesuai regulasi seharga Rp11.700 per kilogram. Petugas juga mendapati pasokan beras medium merek Potro kemasan 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp14.500 per kilogram.
Sidak gabungan ini melibatkan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas RI Hamid Sangadji, beserta tim, Kasatgas Pangan Polres Madiun AKP Agung Hartawan beserta jajaran, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Bulog Cabang Madiun, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun.
AKP Agung menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna menjamin pasokan pangan bagi masyarakat tetap aman dan terjangkau.
“Melalui kegiatan ini, kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan berkala agar ketersediaan beras tetap terjaga dan perkembangan harga terpantau. Koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan demi menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Madiun,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Satgas Pangan Polres Madiun berkomitmen akan terus melanjutkan pengawasan secara berkala untuk mencegah timbulnya pelanggaran harga serta memberikan perlindungan konsumen kepada masyarakat.(as/BN24)


.jpeg)




