BERKAH News24 - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD), Cahyo Haryo Prakoso berkomitmen terus mengawal pelaksanaan MBG agar tepat sasaran, serta manfaatnya semakin optimal. Hal ini disampaikan oleh Cahyo usai meninjau pelaksanaan Program MBG di SDN Perak Utara III/60 Surabaya. Senin (27/7/2026).
Menurutnya, evaluasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menyempurnakan program strategis nasional tersebut. “Kami selalu berkomitmen sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk terus mengawal program ini, terus mengevaluasi, dan menyempurnakan program yang baik ini. Tentu banyak tantangan dalam pelaksanaannya, tetapi tujuan utamanya adalah bagaimana negara menginvestasikan program ini untuk pembangunan generasi penerus kita,” tegasnya.
Dia menilai, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang memperoleh asupan makanan bergizi dan higienis diyakini akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.
“Ketika anak-anak kita perutnya kenyang, gizinya berkualitas, makanannya higienis, maka kualitas hidup mereka akan meningkat. Dampaknya nanti juga akan dirasakan pada kualitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.
Menanggapi wacana agar penerima manfaat MBG diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, Cahyo menilai evaluasi terhadap ketepatan sasaran memang perlu dilakukan. Namun, dia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak sampai menimbulkan perlakuan berbeda terhadap peserta didik di lingkungan sekolah.
Program yang baik ini memang harus tepat sasaran dan diterima masyarakat yang membutuhkan. Tetapi kita juga tidak boleh memilah-milah murid berdasarkan kondisi ekonomi karena itu sama saja mengklasterisasi anak-anak di sekolah. Efisiensi dan ketepatan sasaran harus menjadi evaluasi kita bersama, ”katanya.
Cahyo Prakoso, juga mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Perak Utara 3 Surabaya yang dinilai berjalan baik. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut, menurutnya, tidak lepas dari sinergi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Cahyo mengatakan seluruh 305 siswa di sekolah tersebut telah menerima manfaat program. Ia juga menilai kualitas menu, pengemasan makanan, hingga ketepatan waktu distribusi sudah sesuai dengan harapan.
“Pelaksanaan MBG di sini sangat baik. Ini tidak lepas dari koordinasi Ibu Kepala Sekolah beserta jajaran dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang terus mendampingi dan mengawal, serta komunikasi aktif dengan pihak SPPG. Menunya bagus, kemasannya baik, dan pengirimannya selalu tepat waktu,” ujar Cahyo.
Sementara itu Kepala SPPG Pelabuhan Tanjung Perak, Ichda Afifatul Rahma menjelaskan distribusi MBG disesuaikan dengan jadwal belajar di masing-masing sekolah. Pengiriman makanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB untuk kloter pertama, kemudian dilanjutkan pukul 10.00 WIB pada kloter berikutnya.
Ia juga memastikan menu makanan disusun secara bervariasi setiap hari. Bahkan, SPPG menerima masukan dari sekolah maupun siswa untuk penyusunan menu, yang kemudian disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi. “Kami menerima saran dari sekolah maupun anak-anak terkait menu. Setelah itu kami diskusikan dengan tim gizi agar tetap sesuai standar, lalu kami laksanakan,” jelasnya.
Terkait adanya siswa yang menganggap porsi makanan kurang banyak, Ida menjelaskan porsi MBG memang dibedakan berdasarkan kelompok usia. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD menerima porsi kecil sesuai kebutuhan gizinya, sedangkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 serta guru memperoleh porsi yang lebih besar. “Perbedaan porsi itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia, jadi bukan karena perlakuan yang berbeda,” pungkasnya. (pca/hjr)






