BERKAH News24 – Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, melakukan kunjungan kerja dalam rangka evaluasi pelaksanaan 10 program pokok PKK, di Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Rabu (6/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya memberikan apresiasi atas potensi luar biasa Desa Krokeh meski memiliki jumlah dusun yang terbatas dibandingkan wilayah lain.
Salah satu fokus utama dalam evaluasi tahun ini adalah akselerasi digitalisasi melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK.
Fitriya menjelaskan bahwa SIM PKK dirancang sebagai pusat data komprehensif yang mencerminkan kondisi setiap rumah tangga, mulai dari data kependudukan hingga kondisi sarana prasarana seperti sanitasi (jamban) dan kualitas hunian.
"Kami berharap SIM PKK menjadi pilot project khususnya untuk Jawa Timur. Melalui Dasawisma sebagai garda terdepan, data akan dimasukkan secara real-time. Ke depan, kami ingin mempermudah pendataan melalui inovasi (link) yang bisa diakses langsung oleh masyarakat, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan efisien," ujarnya.
Ia mengakui bahwa peralihan dari cara konvensional ke digital memerlukan upaya (effort) yang besar, namun Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen penuh memberikan dukungan agar transformasi digital ini dapat terwujud
Selain digitalisasi, Ia juga menyoroti potensi ekonomi kreatif dan ketahanan pangan di Desa Krokeh.
Selain itu juga memuji kreativitas ibu-ibu setempat dalam membuat buket yang dinilai memiliki nilai jual untuk menambah ekonomi keluarga.
Terkait ketahanan pangan, TP PKK Kabupaten Madiun mendorong optimalisasi Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP).
"Walaupun skala kecil, jika setiap rumah menanam sayuran seperti terong atau jeruk, ini akan sangat membantu ketahanan pangan tingkat keluarga," tambahnya.
Menanggapi tantangan era digital bagi generasi muda, PKK Kabupaten Madiun menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Generasi Berencana (Genre).
Dijelaskan bahwa pendekatan peer-to-peer (antargenerasi muda) dianggap lebih efektif dalam mensosialisasikan dampak negatif media sosial kepada anak-anak.
"Kita mendorong Genre di tiap kecamatan untuk menjadi ujung tombak. Jika sesama anak muda yang berbicara, pesannya akan lebih mudah diterima dibandingkan jika hanya orang tua yang mengingatkan," pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi tahunan di mana lima desa terbaik dipilih untuk dinilai secara mendalam.
Diharapkan, pada evaluasi tahun depan, pelaporan data PKK sudah terintegrasi sepenuhnya melalui aplikasi SIM PKK.(as/BN24).












