Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Cegah Radikalisme, Bakesbangpol Kabupaten Madiun Sambang SMK Negeri 1 Geger

BERKAH News24 - Puluhan siswa dan tenaga pendidik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Geger, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, mengikuti sosialisasi dalam kegiatan "Fasilitasi Pencegahan Paham Radikalisme" Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun bersama Badan Intelijen Negara (BIN) Binda Jawa Timur.

Sosialisasi ini sebagai salah satu langkah cepat yang diambil Bakesbangpol Kabupaten Madiun, mensikapi ancaman radikalisme yang kian marak di dunia digital.

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan, yang diwakili Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Fajar Syahrudin mengatakan, dari hasil rapat koordinasi di tingkat Provinsi, menetapkan status darurat radikalisme pada anak dan remaja dengan usia 10-17 tahun.

"Ada 'tiga virus' ekstrem yang mengancam: kiri, kanan, dan religi. Kita harus memutus rantai penyebarannya di lingkungan pendidikan melalui kewaspadaan kolektif," ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu cara menjalankan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.

Dalam kegiatan ini juga menghadirkan eks-napiter Erfin Wibowo, yang memberikan testimoni dan pengalamannya tentang bahaya manipulasi pikiran.

"Proses radikalisme itu seperti mengubah manusia menjadi robot yang kehilangan nalar kritis karena hanya diwajibkan patuh pada perintah," kata Erfin. 

Erfin berpesan agar para remaja atau pelajar lebih waspada atas pengaruh pengaruh radikalisme.

"Jangan biarkan siapa pun mengambil kendali atas pikiran kalian. Tetaplah menjadi manusia merdeka yang berpikir kritis, bukan robot yang hanya mengekor," lanjutnya.

Sementara Kaposda BIN Kabupaten Madiun, Andri Setyawan menekankan agar para remaja dan pelajar lebih berhati hati dengan konten konten yang ada di berbagai platform media sosial.

"Pertahanan telah bergeser dari fisik ke digital guna melindungi pola pikir. Lakukan langkah preventif dengan teknik 'Tabayyun Digital'," kata Andri.

Diharapkan, semua pihak harus bisa menahan diri, saat ber-media sosial.

"Tidak asal menyebarkan konten yang dilihat, tetapi harus selalu memverifikasi sumber informasi kepada media resmi, guru, atau orang tua," lanjutnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMKN 1 Geger, Udin Sasmito, menyambut baik adanya kegiatan ini.

"Kami mendukung program ini sebagai upaya prioritas dalam melindungi pola pikir siswa dari gempuran informasi digital yang menyesatkan," ujarnya.

Kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Dini Dan Penanganan Konflik Sosial yang dilaksanakan BakesbangpolKabupaten Madiun ini, rencananya juga akan dilaksanakan di sejumlah sekolah lain hingga Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten Madiun.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini