BERKAH News24 - Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Arahan tersebut disampaikan saat apel pagi di Halaman Kantor Setdaprov Jatim, Surabaya, Selasa (17/3/2026).
Dalam arahannya, Khofifah menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor menghadapi dinamika periode Idulfitri 1447 Hijriah, mulai dari pelayanan publik, transportasi, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menyebutkan, Pemprov Jatim melalui BPBD Jawa Timur telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca sejak 16 Maret 2026 hingga direncanakan berlangsung sampai 25 Maret 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan Lebaran.
Khofifah juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk berkoordinasi dengan BMKG. Koordinasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat bersilaturahim, mudik, dan berwisata dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan proyeksi, sekitar 24,9 juta orang atau 17,3 persen pemudik nasional diperkirakan masuk ke Jawa Timur. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik pada 27 Maret 2026.
Di sektor kesehatan, Khofifah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk memastikan layanan call center berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh pertolongan pertama secara cepat dalam kondisi darurat.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menyediakan program mudik gratis bagi 9.320 orang menggunakan moda bus dan kapal laut, serta fasilitas pengangkutan 200 unit sepeda motor. Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Khofifah turut menegaskan bahwa kinerja perekonomian Jawa Timur tetap solid. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,85 persen (year-on-year), dengan kontribusi 25,29 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa dan sekitar 14,4 persen terhadap perekonomian nasional.
Menjelang cuti bersama, Pemprov Jatim menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas. Namun, Khofifah menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik.
"WFA bukan cuti, sehingga pelayanan dan kinerja pegawai harus tetap optimal." tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memastikan keamanan kantor saat ditinggalkan, termasuk mematikan listrik, komputer, dan pendingin ruangan yang tidak diperlukan, serta menutup aliran air dengan baik sebagai bagian dari efisiensi energi.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dilarang menggunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi, termasuk kendaraan dinas untuk mudik. Kendaraan dinas wajib diparkirkan di kantor masing-masing sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 800/1022/204/2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi pada Masa Hari Raya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Apabila 1 Syawal jatuh pada 20 Maret, masyarakat di wilayah yang melaksanakan Nyepi diharapkan melaksanakan takbiran secara khidmat tanpa pengeras suara.
"Mari kita jaga keharmonisan antarumat beragama dengan saling menghormati momentum ibadah masing-masing." ujarnya.
Mengakhiri arahannya, Khofifah menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran OPD.
"Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras semuanya, mari terus menjaga produktivitas serta memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik." pungkasnya. (byu/hjr)












