Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

BPBD Jatim Siapkan Modifikasi Cuaca Saat Arus Mudik Lebaran

BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Salah satu upaya yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca guna menekan potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, rencana tersebut merupakan hasil koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan dalam rapat kesiapsiagaan pengamanan mudik yang melibatkan aparat keamanan dan instansi terkait.

Menurut Gatot, dalam apel kesiapsiagaan yang digelar sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya antisipasi terhadap sisa musim hujan yang masih berpotensi memicu cuaca ekstrem.

“Dalam rapat koordinasi bersama stakeholder, termasuk dengan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur, disampaikan bahwa kita harus mengantisipasi kemungkinan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem pada sisa musim hujan ini,” kata Gatot, Minggu (15/3/2026).

Sebagai langkah mitigasi, Pemprov Jatim berencana melakukan modifikasi cuaca selama 10 hari, mulai 16 Maret hingga 26 Maret, bertepatan dengan periode padat pergerakan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

Menurutnya, operasi tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi wilayah yang kondisi tanahnya sudah jenuh akibat hujan dalam beberapa bulan terakhir. Jangan sampai ketika masyarakat sedang melakukan perjalanan mudik atau meninggalkan rumah, justru terjadi hujan ekstrem yang memicu longsor maupun banjir,” jelasnya.

BPBD Jatim juga memetakan sejumlah wilayah yang menjadi perhatian selama masa mudik. Jalur selatan Jawa Timur disebut memiliki potensi tinggi terhadap bencana longsor, terutama di kawasan perbukitan yang dilalui jalur transportasi utama.

Selain itu, beberapa daerah yang selama ini dikenal rawan banjir juga masuk dalam pemantauan intensif, seperti wilayah Lamongan, Pasuruan, hingga Probolinggo.

“Wilayah-wilayah tersebut perlu diantisipasi agar tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama yang dapat memicu banjir,” ujarnya.

Tak hanya jalur transportasi, kawasan wisata juga masuk dalam radar pengawasan. Gatot menilai sejumlah destinasi wisata berpotensi dipadati pengunjung selama libur Lebaran sehingga risiko bencana perlu diantisipasi sejak dini.

Di sisi lain, BPBD Jatim juga menyiapkan skenario penanganan jika terjadi bencana selama masa mudik. Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi teknis, termasuk dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional serta dinas pekerjaan umum untuk penanganan cepat apabila terjadi longsor di jalur transportasi.

Sementara untuk potensi tanggul jebol atau banjir, BPBD telah berkoordinasi dengan dinas pengairan agar alat berat dapat segera diterjunkan jika terjadi kerusakan infrastruktur air.

“Kalau terjadi longsor, alat berat dari PU baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota bisa langsung diturunkan. Begitu juga jika ada tanggul jebol, penanganan darurat bisa segera dilakukan,” kata Gatot. (pca/hjr)

close
Pasang Iklan Disini