BERKAH News24 - Refleksi perjalanan pemerintahan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Madiun, HariWuryanto dan dr. Purnomo Hadi (Harmonis), yang bertepatan pada bulan Ramadan, ditandai dengan carayang tak biasa.
Jika biasanya banyak orang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama saat bulan Ramadan, kali ini untuk menandai satu tahun pemerintahan Harmonis di Kabupaten Madiun, digelar acara sahur bersama di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Jum'at (20/2/2026) dini hari.
Dalam acara yang dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan sekretaris camat, Bupati Madiun Hari Wuryanto memaparkan capaian Kabupaten Madiun selama setahun terakhir.
“Refleksi ini menjadi bahan pertimbangan teman-teman OPD agar ke depan bisa lebih baik lagi. Kita akan terus evaluasi dan menyesuaikan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat supaya target yang ditetapkan bisa tercapai,” kata Bupati.
Bupati dan Wakil Bupati Madiun bersama Pj Sekda menyerahkan buku berjudul Mendaratkan Asta Cita di Kabupaten Madiun kepada para asisten dan kepala OPD. Penyerahan buku tersebut disertai pemotongan tumpeng sebagai penanda satu tahun kepemimpinan.
Buku tersebut memuat visi nasional dalam konteks pembangunan daerah Kabupaten Madiun yang disusun dalam sepuluh bab. Isinya mengombinasikan program Asta Cita Presiden dengan program Pemkab Madiun agar berjalan selaras dan linear. Buku itu diharapkan menjadi referensi bagi seluruh OPD dalam menyusun program kerja serta inovasi kebijakan ke depan.
“Buku ini merupakan hasil diskusi kami, termasuk saat mengikuti Lemhannas. Di dalamnya kami padukan Asta Cita Presiden dengan program daerah, terutama pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan transformasi digital pelayanan publik yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.
Salah satu fokus evaluasi ke depan adalah penurunan angka kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Madiun masih berada di atas rata-rata provinsi. Pemkab Madiun menargetkan penurunan signifikan dengan fokus pada wilayah lokus kemiskinan seperti Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang.
Kata Bupati, tantangan utama selama satu tahun kepemimpinan, adalah menyatukan berbagai pemikiran dan memastikan kolaborasi antar-OPD berjalan harmonis.
“Kuncinya kejujuran dan evaluasi. Kalau salah harus berani mengakui dan segera kembali ke jalan yang benar. Dengan begitu, kolaborasi bisa berjalan baik dan pembangunan daerah semakin optimal,” pungkasnya.
Dalam menandai perjalanan satu tahun Harmonis, juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun, yang kemudian diserahkan ke Pj Sekda Kabupaten Madiun dan Kepala Baperinda Kabupaten Madiun.(as/BN24)














