BERKAH News24 - Untuk memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana, masyarakat bersama dengan Pemkab Pasuruan, DPRD, LMDH, pegiat lingkungan, Perhutani, TNI, Polri, hingga pihak perusahaan melakukan penamanam 4 ribu pohon dalam aksi tanam dan pelihara pohon di lahan rawan tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad mengatakan berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan Sempu tergolong rawan tanah gerak. Oleh karenanya, gerakan penanaman pohon menjadi langkah mitigasi yang penting dan mendesak.
Dijelaskan Syaifudin, saat ini terdapat lebih dari 26 hektare lahan kritis di kawasan tersebut. Meski ribuan pohon telah ditanam, upaya pemulihan masih perlu dilanjutkan secara berkelanjutan.
"Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," katanya seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Pasuruan, Rabu (11/2/2026).
Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto juga menegaskan bahwa rehabilitasi lahan kritis akan terus dilakukan. Menurutnya, dengan adanya dukungan lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan dalam pemulihan kawasan tersebut.
“Tidak ada cara lain selain menanam. Apalagi kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegas Ivan.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. Perwakilan perusahaan, Syaiful, menyatakan keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, terlebih kawasan tersebut menjadi sumber air yang juga dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.
“Gotong royong menanam hari ini menjadi ikhtiar menjaga bumi agar kembali kuat, kembali pulih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana,” pungkasnya. (nis/yan/hjr)











