BERKAH News24 - Ikon 'Mliwis Putih Jogo Medhayoh Bojonegoro' dengan desain relung bercat putih, ditambah nyala api dan tulisan Bojonegoro adalah Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) ikonik yang menjadi identitas daerah untuk menyambut pengguna jalan setiap memasuki perbatasan wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Keindahan desain PJU perbatasan itu dipadu dengan lampu LED 70 watt yang lebih terang namun tetap hemat energi. Desain lampu perbatasan yang mengadopsi elemen Mliwis Putih ini erat kaitannya dengan legenda Raja Angling Dharma sebagai ikon kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Sehingga, tidak hanya menjamin keamanan pengendara di malam hari, tetapi juga menjadi sapaan estetik yang membangkitkan rasa bangga bagi warga maupun pelancong yang berkunjung.
"Transformasi ini telah tuntas di titik-titik perbatasan Kabupaten Bojonegoro," jelas Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum, Sarana dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya, Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin, Senin (23/2/2026).
Titik-titik perbatasan yang kini semakin sarat estetika budaya tersebut meliputi Perbatasan Bojonegoro – Babat (Lamongan), perbatasan Kanor – Rengel (Tuban), kemudian perbatasan Kedungadem – Sukorame (Lamongan), perbatasan Bojonegoro – Nganjuk dan perbatasan Bojonegoro – Tuban (Area Trucuk), perbatasan Bojonegoro – Ngawi serta perbatasan Bojonegoro – Cepu (Blora).
Demi menjaga fungsi PJU tetap optimal, Pemkab Bojonegoro mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berperan serta dalam pemeliharaan. Jika masyarakat menemukan lampu yang padam, mengalami kerusakan, atau melihat adanya kehilangan komponen, dapat segera melapor melalui kanal resmi: WhatsApp Call Center PJU: 0821-3277-8200 atau Instagram: @pjubojonegoro. (yan/hjr)












