BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah Gebyar Ramadhan Tahun 2026 sebagai langkah konkret memperkuat stabilisasi harga, ketersediaan, dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pasar murah ini berlangsung sejak Rabu (18/2/2026) hingga 13 Maret 2026.
Pasar murah yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur itu juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi kelompok volatile food, khususnya pada periode Ramadhan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan permintaan masyarakat.
Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga melibatkan 17 UMKM sektor makanan dan minuman dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Para pelaku usaha tersebut dilibatkan secara bergantian setiap minggu untuk mempromosikan produk unggulan daerahnya.
Kepala Bidang Pembangunan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Yudi Arianto, menyampaikan, pasar murah tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Selain menjadi ajang promosi bagi pelaku industri kecil menengah (IKM), kegiatan ini merupakan ruang kolaborasi antara pemerintah dan sektor usaha untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.
Berdasarkan data pada aplikasi pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting Siskaperbapo, sejumlah komoditas yang menjadi perhatian saat ini antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, dan daging ayam ras. Kenaikan harga cabai dipengaruhi belum optimalnya hasil produksi di sejumlah wilayah sentra akibat faktor cuaca.
Diperkirakan panen cabai rawit dan cabai merah besar baru akan dimulai pada April–Mei 2026. Sementara itu, meningkatnya permintaan masyarakat turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
Dalam dua minggu terakhir, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan sebesar 33,62 persen, cabai merah besar naik 16,00 persen, dan daging ayam ras meningkat 11,17 persen. Meski demikian, kondisi tersebut relatif lebih baik dibandingkan 3 Februari 2026, saat harga cabai rawit sempat melonjak hingga 75,04 persen dan bawang merah meningkat 127,50 persen akibat tingginya curah hujan yang menurunkan produktivitas pertanian.
Sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melaksanakan 303 kali kegiatan pasar murah, termasuk Pasar Murah dan Gebyar Ramadhan 2025. Total transaksi yang tercatat mencapai Rp797.196.175, terdiri dari transaksi barang kebutuhan pokok sebesar Rp498.844.500 dan non-kebutuhan pokok sebesar Rp298.351.675.
Memasuki tahun 2026, hingga pertengahan Februari, pasar murah telah dilaksanakan di 19 titik lokasi dari total rencana 110 kali pelaksanaan di seluruh Jawa Timur.
Selain penyelenggaraan pasar murah, pemerintah juga terus memperkuat pemantauan harga melalui pasar pantauan SISKAPERBAPO guna menjaga akurasi data, meningkatkan pengawasan, serta memastikan kepatuhan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. (jal/s)












