Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Hari Gizi Nasional, Dinkes Jatim Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Generasi Sehat

BERKAH News24 - Memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar webinar bertema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal.” Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan gizi seimbang sebagai pondasi utama membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, Cicik Swi Antika, S.KM, M.Kes, saat membuak webinar, Selasa (10/2/2026) mengatakan, saat ini pembangunan tidak hanya berfokus pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga kualitas kesehatan sejak dini.

“Pemenuhan gizi seimbang adalah kunci lahirnya generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti budaya makan di dalam keluarga,” ujarnya.

Cicik juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pemenuhan gizi, mulai dari daya beli masyarakat, rendahnya literasi gizi, hingga dominasi pangan instan dan ultra-proses. 

“Masih banyak masyarakat yang memahami makan sebatas kenyang, belum memperhatikan komposisi gizi sesuai konsep Isi Piringku. Bahkan masih ada mitos yang harus diluruskan, seperti ibu hamil tidak boleh makan ikan. Literasi gizi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Cicik memaparkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang menunjukkan Jawa Timur berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,7 persen, atau terbaik kedua di Indonesia. 

Meski demikian, kata Cicik, Jatim terus berupaya mencapai zero stunting dengan fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia juga menyampaikan temuan dari Program Cek Kesehatan Gratis Tahun 2025, yang menunjukkan masih banyak masalah gizi di masyarakat. Antara lain  22.785 anak usia 1–4 tahun mengalami berat badan kurang, berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak. 

Selain itu temuan bahwa 1 dari 7 remaja mengalami tekanan darah di atas normal, akibat sering konsumsi makanan cepat saji tinggi garam dan gula. Hal ini harus diperangi dengan memperbanyak sayur buah dan makanan tinggi protein dari pangan lokal.

Temuan lainnya, yaitu 1 dari 40 remaja mengalami obesitas, akibat pola makan tidak sehat seperti makanan cepat saji, 1 dari 4 remaja mengalami anemia, berpotensi melahirkan bayi stunting di masa depan, dan 1 dari 4 orang dewasa mengalami obesitas.

“Temuan ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi, dan mudah dijangkau harus digalakkan sebagai solusi,” tegas Cicik.

Melalui webinar ini, Dinas Kesehatan Jatim berharap literasi gizi masyarakat semakin meningkat, sehingga budaya makan sehat dengan komposisi gizi seimbang dapat dimulai dari keluarga.

Adapun webinar mengahdirkan dua narsumber pakar Gizi, yaitu Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Periode Tahun 2024-2029, Ir. Dody Izwardy, B.SC., MA., PhD, yang menyampaikan materi tentang Strategi Pemenuhan Gizi Seimbang dari Pangan Lokal, dan Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unair, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si dengan materi Konsep Pangan Lokal berkualitas dalam Pemenuhan Gizi. (red)

close
Pasang Iklan Disini