Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

DPD RI, Lia Istifhama: Isu Kesehatan Mental Anak Adalah Tantangan Besar Bangsa

BERKAH News24 - Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan mental anak tidak bisa dipersempit hanya pada ruang pendidikan formal, melainkan harus dipahami sebagai persoalan sosial yang menyentuh masa depan bangsa dan tantangan besar bangsa.

Ia mencontohkan, peristiwa tragis yang terjadi di Nusa Tenggara Timur menjadi refleksi mendalam bagi banyak pihak, termasuk Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Menurut Senator yang akrab disapa Ning Lia, dinamika kehidupan yang dihadapi anak-anak Indonesia saat ini semakin kompleks. Tekanan sosial, perubahan lingkungan, serta tuntutan akademik dan non-akademik membentuk realitas baru yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen.

Ning Lia memandang, peristiwa tersebut sebagai peringatan keras bahwa negara tidak boleh berjalan sendiri dalam membangun ketahanan mental generasi muda. Ia menilai penguatan karakter harus ditempatkan sebagai agenda strategis lintas sektor, bukan hanya program sektoral yang berjalan parsial.

Ia menyampaikan bahwa yang sedang dihadapi bukan sekadar persoalan individu, tetapi tantangan kolektif dalam mempersiapkan generasi yang mampu bertahan, beradaptasi, dan tetap memiliki harapan di tengah tekanan zaman.

Dalam pandangannya, anak-anak Indonesia perlu tumbuh dalam ekosistem yang sehat secara emosional. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat harus menjadi ruang aman yang memberi dukungan, bukan justru menambah beban psikologis.

Ning Lia menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga untuk membangun sistem perlindungan yang menyeluruh. Ia melihat bahwa pendekatan kurikulum saja tidak cukup tanpa diiringi pendampingan psikososial yang berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan, peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan mental yang kuat. Menurutnya, kehadiran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam menciptakan ketahanan diri.

“Negara harus memastikan sistemnya hadir, tetapi masyarakat juga perlu membuka ruang empati. Anak-anak kita membutuhkan dukungan yang nyata, bukan sekadar wacana,” ungkapnya.

Bagi Ning Lia, membangun generasi yang kuat secara mental adalah investasi jangka panjang bagi Indonesia. Sekolah perlu menjadi ruang yang ramah secara psikologis, bukan hanya tempat transfer pengetahuan.

Ia berharap lahir kebijakan yang lebih integratif antara sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial agar anak-anak Indonesia memiliki akses terhadap layanan pendampingan mental yang layak dan merata. (pca/s)

close
Pasang Iklan Disini