BERKAH News24 - Anggota DPRD Jatim, Fauzan Fuadi mengatakan, salah satu fokus utamanya di tahun 2026 ini adalah mengawal pemerintah agar secara konsisten mengalokasikan anggaran pada program pemberdayaan masyarakat sebagai langkah konkret menekan angka kemiskinan.
Ditegaskan, kebijakan anggaran harus berpihak pada rakyat kecil dan menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Jawa Timur. “Resolusi di tahun 2026 adalah mengawal pemerintah agar anggaran daerah benar-benar diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas, untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga,"tegasnya.
Dijelaskan terdapat tiga sektor utama yang menjadi perhatian, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Di sektor kesehatan, ia mendorong penguatan layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara di bidang pendidikan, menekankan pentingnya pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan.
“Akses kesehatan yang mudah dan pendidikan menjadi hal yang mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jatim akan berkembang jika warganya sehat dan pendidikannya merata,” ujarnya.
Tak kalah penting, Fauzan menyoroti persoalan lingkungan dan ekologi. Ia mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2025, Jawa Timur dilanda berbagai bencana alam yang sebagian besar dipicu oleh menurunnya kepedulian terhadap lingkungan.
Lanjut Fauzan, berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi sejalan dengan pelestarian lingkungan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Bencana alam yang terjadi di Jawa Timur harus menjadi pelajaran bersama. Pencegahan ke depan harus dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan kebijakan berbasis ekologi,” pungkasnya. (pca/s)












