BERKAH News24 - Untuk membahas penataan serta pemanfaatan kawasan pasar wisata guna meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan daya tarik bagi pengunjung, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan mengundang puluhan pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.
Dalam pertemuan tersebut, Diskop UKM Perindag menggandeng Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Tiga OPD ini mendengarkan langsung keluhan, masukan, serta harapan para pedagang.
Sejumlah persoalan disampaikan pedagang, mulai dari minimnya penerangan, perlunya pengawasan saat pasar ramai, hingga keberadaan pedagang liar. Perwakilan pedagang kaki lima, Kerto, menyatakan kesiapan mendukung penertiban.
"Kalau kami siap-siap saja untuk mendukung penertiban pasar cheng hoo. Jadi, kalau boleh saran perlu ada petugas di jam yang ramai pengunjung, ini demi keamanan bersama. Lampu perlu ditambah, karena ada titik - titik yang gelap. Dan kami sudah tiga bulan belum bayar retribusi,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Menanggapi keluhan pedagang tentang retribusi, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, mengapresiasi kesadaran pedagang. Walaupun retribusi untuk PAD dan demi kesejahteraan masyarakat, tapi karena belum ada aturan jadi tidak ditarik untuk sementara. Dan ini bukti bahwa ada kesadaran tentang kewajibannya.
Ghony menjelaskan, dialog ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan setelah menerima banyak keluhan saat kunjungan ke pasar. Sementara Koordinator parkir, Pramono, turut menyampaikan masukan terkait lahan parkir, dimana pada hari Sabtu-Minggu, parkir sudah tidak muat bahkan sampai meluber.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, meminta pedagang segera melapor jika ada lampu mati atau parkir semrawut. “Insyallah kami akan sigap memperbaikinya. Kami sudah memiliki beberapa kanal untuk laporan keluhan. Bila bisa langsung diperbaiki akan segera kami perbaiki saat itu juga,” ucapnya. (mei/yan/hjr)












