BERKAH News24 - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Tahlil Kubro Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya, Sabtu (24/1/2026).
Acara yang digelar di Aula SMA Siti Khadijah Surabaya ini diikuti ratusan jamaah Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa peran Muslimat NU kini tidak hanya terbatas pada lingkup lokal dan nasional, tetapi juga memiliki posisi strategis di tingkat internasional. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar Muslimat NU mampu tampil sebagai representasi Islam yang moderat dan menyejukkan di kancah global.
"Melalui penguatan SDM, literasi, kemandirian ekonomi, serta jejaring global, Muslimat NU dapat menjadi duta nilai Islam rahmatan lil alamin yang menyejukkan, moderat, dan berdaya saing di tingkat dunia,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus sosial. Nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj, lanjutnya, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian sosial, keteladanan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim, Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Ahmad Dzulhilmi Ghozali, serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Faizah Surabaya Hj Mihmidaty Yacub. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, shalawat, doa bersama, serta tausiyah keagamaan.
Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Lilik Fadhilah, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh jamaah Muslimat NU untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat peran keluarga sebagai basis pembentukan karakter umat. Ia menekankan bahwa Muslimat NU memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni sosial dan ketahanan keluarga di tengah dinamika masyarakat.
“Kami mengajak seluruh jamaah Muslimat NU untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat peran keluarga, serta aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dengan dilandasi keikhlasan, kebersamaan, dan semangat khidmah,” ungkap Lilik Fadhilah.
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Tahlil Kubro ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarjamaah Muslimat NU sekaligus memperkokoh komitmen perempuan Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (jal/s)












