Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Disnakertrans Jatim Gelar Seminar K3, Dorong Budaya Keselamatan Kerja Sepanjang Tahun

BERKAH News24 - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menyatakan bahwa peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Jawa Timur tetap dilaksanakan meski dengan konsep penyederhanaan kegiatan. Hal tersebut disampaikan di Surabaya, Rabu (28/1/2026).

Sigit menjelaskan, puncak kegiatan Bulan K3 di Jawa Timur akan diisi dengan seminar yang direncanakan digelar pada 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan dua lembaga K3, dengan dukungan fasilitas dari mitra terkait.  Ia berharap, kegiatan tersebut dapat dibuka Gubernur Jawa Timur. Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional yang secara umum berlangsung mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026. “Rencananya kami mengundang sekitar 250 peserta, terdiri dari kurang lebih 150 perwakilan perusahaan, sisanya pengawas ketenagakerjaan dan panitia,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Disnakertrans Jatim telah mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan untuk mengampanyekan Bulan K3, minimal dengan pemasangan atribut seperti bendera, spanduk, atau media sosialisasi lainnya. Selain itu, banyak perusahaan yang secara mandiri menggelar upacara dan kegiatan K3 di lingkungan kerja masing-masing. “Di Jawa Timur, banyak perusahaan yang sudah bertahun-tahun aktif melaksanakan kegiatan K3 secara mandiri. Bahkan sampai kami kekurangan personel pengawas karena banyaknya undangan kegiatan di perusahaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang Bulan K3, ratusan kegiatan digelar di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk lomba dan kampanye keselamatan kerja. Sekitar 150 perusahaan diundang secara khusus untuk mengikuti seminar penutupan Bulan K3 tingkat provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyinggung tingginya angka kecelakaan kerja di Jawa Timur. Ia mengakui, meskipun Jawa Timur selama enam tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah peserta dan penerima manfaat jaminan ketenagakerjaan terbanyak di Indonesia, angka kecelakaan kerja masih tergolong tinggi. “Dalam setahun tercatat sekitar 80 ribu kasus kecelakaan kerja, lebih dari separuhnya terjadi di jalan, dan sekitar 43 ribu di tempat kerja. Rata-rata lebih dari 120 kejadian setiap hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, penghargaan di bidang K3 tidak akan bermakna apabila angka kecelakaan kerja masih tinggi. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pembinaan yang lebih kuat, mulai dari peningkatan kesadaran pekerja hingga memastikan alat dan sistem kerja benar-benar aman.

Disnakertrans Jatim juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaporan kecelakaan kerja. Saat ini, pelaporan dapat dilakukan secara cepat melalui email atau aplikasi pesan, sehingga pengawas terdekat dapat segera melakukan penanganan tanpa harus menunggu kedatangan dari kantor pusat.

Selain fokus pada K3, Sigit menyampaikan bahwa pihaknya tetap menjalankan program pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), termasuk dukungan untuk sekolah rakyat. Ia mendorong kerja sama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melatih masyarakat sekitar agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang siap digunakan di dunia industri maupun wirausaha. “Kuncinya adalah kolaborasi, komitmen pimpinan perusahaan, dan kesadaran bersama. Budaya K3 tidak boleh hanya hidup saat Bulan K3, tetapi harus diterapkan sepanjang tahun,” tegasnya. (hjr)

close
Pasang Iklan Disini