BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur akan menyiapkan strategi perbaikan sebagai langkah evaluasi Rendahnya hasil tes Kompetensi Akademik (TKA) Jatim di tahun 2025. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di Jatim.
"Hasil TKA ini akan kami tindaklanjuti, melalui perbaikan pada kompetensi yang dirasa masih kurang maksimal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan kompetensi guru serta penguatan faktor pendukung pembelajaran lainnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung, di Surabaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis statistik hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) antar Provinsi. Berdasarkan data ini, Jawa Timur berada di peringkat 5 secara nasional. Dari data ini, nilai rerata TKA untuk matematika tercatat 36,77 dan bahasa Inggris 25,35, sedangkan untuk mapel bahasa Indonesia tercatat reratanya 56,98.
Aries menjelaskan, TKA merupakan instrumen pengukuran capaian kompetensi akademik murid yang mencakup tiga indikator utama, yakni literasi, numerasi, dan penalaran. Hasil TKA tersebut digunakan sebagai dasar pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Timur. “TKA menjadi salah satu instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid sekaligus sebagai bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan,” jelasnya.
Menurut Aries, jenjang pendidikan yang telah melaksanakan TKA dan hasilnya sudah diketahui meliputi SMA, SMK, SLB, serta pendidikan kesetaraan Paket C. Evaluasi hasil TKA dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing bidang dan wilayah kerja, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, lanjut dia, akan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sementara pendidikan kesetaraan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan kabupaten dan kota.
“Sehingga evaluasi akan dilakukan sesuai peran dan tugas masing-masing,” katanya.
Aries menjelaskan, pihaknya saat ini akan menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya analisis soal berbasis higher order thinking skills (HOTS) dengan penekanan pada penalaran dan pemecahan masalah, serta penguatan kompetensi guru untuk mendorong peningkatan kapasitas guru dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas, untuk menyiapkan murid pada pelaksanaan TKA selanjutnya melalui berbagai kegiatan.
Misalnya saja berupa pelatihan, worshop dan Pemanfaatan Teknologi Digital.
“Kami menyiapkan berbagai program, mulai dari TKA Clinic di sekolah dengan capaian rendah berupa pelatihan intensif pengerjaan soal berbasis penalaran atau HOTS bagi murid kelas akhir, replikasi praktik baik dari sekolah unggul ke sekolah dengan hasil TKA yang memerlukan intervensi," ungkap Aries.
"Kita juga akan melakukan peningkatan kompetensi guru dan faktor pendukung lainnya," lanjutnya.
Pihaknya kata Aries juga akan melakukan pemanfaatan platform Learning Management System (LMS) tingkat provinsi yang berisi bank soal dan video pembahasan yang dapat diakses oleh semua sekolah.
"Kita juga akan melaunching Jatim Learning Digital Vault yaitu platform pembelajaran digital berbasis video, bank soal, dan modul interaktif. Modul ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur melalui konten edukatif terstruktur, aman, dan mudah diakses oleh guru dan murid," jelasnya.
Dinas Pendidikan, kata Aries juga akan menerapkan proses pembelajaran yang bermakna untuk peningkatan nilai TKA. Diyakini pembelajaran yang bermakna jika dilaksanakan dengan konsep dan praktik yang benar secara otomatis akan meningkatkan nilai TKA.
"Dimana pembelajaran ini akan mengaitkan informasi baru secara substansial dengan pengetahuan, pengalaman, dan konsep yang sudah ada dalam struktur kognitif mereka, bukan sekadar menghafal," ujarnya.
"Dengan begitu pemahaman menjadi lebih mendalam, relevan, dan mudah diterapkan di berbagai konteks, melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuannya agar siswa memahami mengapa dan bagaimana suatu hal berlaku, bukan hanya apa," lanjutnya.
Terakhir Aries juga menyampaikan, pihaknya akan pula memaksimalkan Media Digital yang saat ini sudah disediakan oleh pemerintah melalui panel interaktif. Harapannya dengan memanfaatkan panel interaktif tersebut.menjadi salah satu cara untuk peningkatan nilai TKA kedepan.
"Penel media digital interaktif adalah media pendukung pembelajaran. Jadi seperti media pembelajaran yang lain, papan digital interaktif akan mendukung proses pembelajaran yang pada muaranya diharapkan akan meningkatkan perolehan nilai TKA tahun 2026 ini," pungkasnya (pca/s)












