BERKAH News24 - Bank Indonesia memprakirakan kinerja penjualan eceran di Jawa Timur akan meningkat dalam tiga bulan mendatang, namun berpotensi melambat pada enam bulan ke depan. Perkiraan tersebut tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang menunjukkan adanya dinamika permintaan masyarakat seiring momen hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, dalam keterangannya pada Jumat (16/1/2026) menyampaikan, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Februari 2026 diprakirakan mencapai 175,6, meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebesar 174,4.
“Peningkatan ekspektasi penjualan pada Februari 2026 didorong oleh naiknya permintaan masyarakat pada momentum HBKN Imlek,” ujar Ibrahim.
Namun demikian, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran akan melambat pada enam bulan mendatang. Hal ini tercermin dari IEP Mei 2026 yang diprakirakan sebesar 161,0, lebih rendah dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 164,6.
Ibrahim menjelaskan bahwa perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya hari operasional penjualan akibat adanya cuti bersama pada periode HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.
Dari sisi harga, Ibrahim menambahkan bahwa tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan diprakirakan meningkat, sementara pada enam bulan ke depan relatif stabil. Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Februari 2026 tercatat meningkat menjadi 169,5 dari sebelumnya 158,5 pada Januari 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada momen HBKN Imlek.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Mei 2026 diprakirakan sebesar 162,2, relatif stabil dibandingkan April 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi harga tetap berada pada level yang relatif tinggi, sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.
Bank Indonesia Jawa Timur menilai perkembangan ekspektasi penjualan dan harga tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap permintaan ke depan, sekaligus menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah. (jal/s)












