BERKAH News24 - Bupati Madiun Hari Wuryanto kembali menekankan agar seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini perlu dilakukan, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat, serta meminimalkan adanya kejadian yang tidak diinginkan.
Hal ini disampaikan Bupati Madiun, usai peresmian SPPG Ngepeh, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Sabtu (29/11/2025).
“Semua harus sesuai dengan SOP, harus libatkan Dinas Kesehatan,” kata Bupati.
Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Madiun terus menerus melakukan evaluasi terkait dengan operasional SPPG.
"Kebetulan Satgas (satuan tugas) SPPG itu Sekda (Sekretaris daerah). Jadi Saya tekankan semua harus taat SOP. Tujuannya baik kalau tidak dilaksanakan dengan baik akan percua," lanjutnya.
Sedangkan bagi SPPG yang bermasalah, kata Bupati, diminta untuk dihentikan terlebih dahulu, hingga dinyatakan boleh beroperasi lagi.
"Sementara stop dulu, secepatnya kita akan analisa. Kita juga harus memberikan sosialisasi ke penerima supaya tidak gaduh," tambahnya.
Bupati berharap, dengan diresmikannya SPPG Ngepeh ini akan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Mudah mudahan ini bisa membantu mensukseskan program pemerintah pusat. Semester depan semua sudah bisa menikmati layanan,” tutupnya.
Sementara Kepala SPPG Ngepeh, Jesiliya Rima menyampaikan cakupan layanannya mencapai 2.800 penerima per hari. Yakni meliputi wilayah Desa Ngepeh, Desa Sukorejo, Desa Sambirejo. Desa Sumbersari, Desa Tulung dan Desa Bajulan.
“bahan bakunya kami bekerjasama dengan BUMDes dan Kopdes Merah Putih,” ujarnya.
Sedangkan untuk tenaga kerja dan relawan SPPG mencapai 51 orang.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)










